Sabtu, 05 Mei 2018 13:10 WIB

Butuh 12 Dokter untuk Angkat Tumor Raksasa 60 Kilogram dari Wanita Ini

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kasus tumor raksasa seberat 60 kilogram menggegerkan dunia medis. Sebabnya, butuh 12 orang dokter untuk melaksanakan operasi pengangkatan tumor tersebut. Foto: CNN/Danbury Hospital Kasus tumor raksasa seberat 60 kilogram menggegerkan dunia medis. Sebabnya, butuh 12 orang dokter untuk melaksanakan operasi pengangkatan tumor tersebut. Foto: CNN/Danbury Hospital
Jakarta - Tumor raksasa seberat 60 kilogram berhasil diangkat dari indung telur seorang wanita asal Connecticut, Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, butuh 12 orang dokter bedah untuk melakukan operasi tersebut.

Pasien yang identitasnya dirahasiakan itu mengalami kekurangan gizi dan sulit bergerak karena tumor di indung telurnya. Berukuran lebih dari 100 cm, dokter mengatakan hal ini merupakan kasus langka dan jarang terjadi.


"Tumor di indung telur memang cenderung besar. Namun tumor sebesar ini sangat langka, mungkin hanya ada 10 atau 20 kasus di dunia yang berhasil mengangkat tumor sebesar ini," ungkap dr Vaagn Andikyan, pakar ginekologi-onkologi dari Western Connecticut Health Network, dikutip dari CNN.

Operasi pengangkatan tumor dilakukan selama lima jam pada 14 Februari Lalu di Danbury Hospital. dr Andikyan mengatakan tumor berasal dari indung telur sebelah kiri, sehingga seluruh bagian yang terdampak juga harus diangkat.

dr Andikyan mengatakan tumor besar berbahaya bukan hanya karena pasien jadi kekurangan gizi. Ukuran tumor yang besar bisa membuat pembuluh darah terjepit dan mengancam nyawa pasien.

Selain itu, pasien dengan tumor besar juga akan mengalami disabilitas. Belum lagi risiko adanya komplikasi pada saraf hingga pembekuan darah yang bisa menyebabkan stroke.

Hal ini membuat pasien juga harus kehilangan sekitar 2,7 kg jaringan dinding perut. dr Andikyan mengatakan pasien membutuhkan operasi bedah plastik rekonstruksi untuk memperbaiki perutnya yang rusak karena tumor tersebut.

Beruntung, organ reproduksi pasien tidak mengalami masalah. Pasien dinyatakan bisa tetap memiliki anak karena rahim dan indung telur sebelah kanan tidak mengalami kerusakan berarti.

Pasien juga diketahui mengalami masa pemulihan yang baik. Tiga bulan pasca operasi, dr Andikyan mengatakan pasien sudah kembali hidup normal, bekerja, meskipun masih harus menjalani perawatan kontrol ke rumah sakit.

(mrs/up)
News Feed