Jumat, 11 Mei 2018 13:49 WIB

Abu dari Merapi Bisa Buat Kambuh Pasien Gangguan Saluran Napas

Widiya Wiyanti - detikHealth
Abu vulkanik bisa buat kambuh orang dengan gangguan saluran napas. Foto: Dok. Istimewa Abu vulkanik bisa buat kambuh orang dengan gangguan saluran napas. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Terjadinya hujan abu akibat letusan freatik Gunung Merapi pagi ini bisa berdampak pada kesehatan saluran pernapasan masyarakat yang terpapar.

Pada pasien gangguan saluran napas, dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan sangat rentan kambuh saat terpapar abu vulkanik.

"Pada populasi sensitif, bisa terjadi penyempitan di saluran napas. Seperti pada orang asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (11/5/2018).

Abu vulkanik yang bersifat iritan itu bisa mencetuskan adanya serangan bagi para pasien gangguan saluran napas. Bahkan jika terpapar terus-menerus bisa terjadi infeksi sekunder.

"Infeksi sekunder itu bisa jadi akut atau yang disebut ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," tegasnya.


Misalnya pada pasien emfisema, menurut dokter spesialis paru dari Mayapada Hospital, dr Boedi Swidarmoko, SpP(K), kerusakan jaringan paru pada emfisema akan membuatnya kehilangan elastisitas. Kantung-kantung udara atau alveoli pada paru-paru pun rusak.

"Dia sudah ada emfisema kena pula masuk debu vulkanik. Penyakitnya jadi bronkitis emfisema. Jadi sudah sesak dan batuk-batuk dengan banyak dahak," jelas seperti dikutip dari artikel sebelumnya.

Untuk meminimalisir gangguan tersebut, bisa menggunakan oksigen dan terapi inhalasi dengan alat nebulizer. Selain itu bisa juga dengan obat-obat yang bersifat antiradang dan melebarkan saluran napas.

"Jadi reak-reak yang susah keluar karena saluran napasnya sempit, itu saluran napasnya sudah dilebarkan dan diencerkan reaknya bisa keluar," tandas dr Boedi.



(wdw/up)
News Feed