Senin, 21 Mei 2018 09:15 WIB

Pasien Hipertensi Boleh Puasa, Asalkan Tidak Komplikasi

Annisya Heriyanti - detikHealth
Pada pasien hipertensi yang mengalami komplikasi atau gangguan pada organ lain jika ingin berpuasa ada baiknya untuk konsultasikan ke dokter. Foto: thinkstock Pada pasien hipertensi yang mengalami komplikasi atau gangguan pada organ lain jika ingin berpuasa ada baiknya untuk konsultasikan ke dokter. Foto: thinkstock
Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Memasuki bulan suci Ramadhan ini banyak dari mereka yang bertanya-tanya bolehkah berpuasa?

Menurut dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH dari Siloam Hospitals, orang dengan tekanan darah tinggi boleh saja berpuasa karena bermanfaat bagi kesehatan.

"Karena kita kalau puasa itu kan berusaha berbuat baik, stresnya dikurangi, banyak zikir, beribadah, baca Al-Quran, semua akan menenangkan jiwanya. (Puasa) baik sekali kok. Justru banyak para pakar menyarankan kalau sedang banyak stres puasa coba, semua akan mudah terkontrol," ujarnya.



Namun yang harus diperhatikan adalah pasien hipertensi dengan komplikasi atau ada gangguan pada organ lain, misal ginjal atau jantung, lebih baik tidak memaksakan diri untuk berpuasa.

"Ada tahap-tahap di mana kalau dia mengalami gangguan fungsi ginjal yang cukup berat tidak baik ya kalau kita tidak mengonsumsi cairan yang cukup, karena ginjalnya akan lebih kering dan fungsinya akan lebih turun," jelasnya.

dr Tunggul menyarankan untuk konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika ingin berpuasa sehingga bisa terhindar dari risiko tersebut. Namun, menurut penelitian menunjukkan bahwa fungsi ginjal akan kembali normal setelah berbuka.

"Dari beberapa penelitian, saya juga kaget satu bulan yang lalu di jurnal dikatakan kalau puasa itu pada akhirnya fungsi ginjal akan kembali normal lagi. Walaupun terganggu pada saat puasa, setelah dia minum dan makan fungsinya akan kembali," tandasnya.

Baca juga: (up/up)
News Feed