Senin, 21 Mei 2018 11:05 WIB

Lagi, Ganja Sintetis Sebabkan 25 Orang Keracunan di AS

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kasus keracunan ganja sintetis terjadi lagi di Amerika Serikat. 25 Orang harus masuk rumah sakit setelah mengonsumsi ganja sintetis merek K2. Foto: Thinkstock Kasus keracunan ganja sintetis terjadi lagi di Amerika Serikat. 25 Orang harus masuk rumah sakit setelah mengonsumsi ganja sintetis merek K2. Foto: Thinkstock
Jakarta - Kasus keracunan ganja sintetis terjadi lagi di Amerika Serikat. 25 Orang harus masuk rumah sakit setelah mengonsumsi ganja sintetis merek K2.

"25 Orang dari Brooglyn, New York, dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi ganja sintetis ilegal. Gejala keracunan yang ditunjukkan meliputi nyeri perut, mual dan muntah," ungkap pihak kepolisian New York, dikutip dari CNN.



Polisi saat ini masih mencari pengedar ganja sintetis tersebut. Diyakini, korban keracunan juga masih akan bertambah mengingat peredaran ganja sintetis ilegal cukup marak di Brooklyn.

Sebelumnya, kasus keracunan ganja sintetis sempat menghebohkan Amerika, setelah lebih dari 153 orang mengalami pendarahan dan 4 orang meninggal di Chicago.

Dr Allison Arwady dari Chicago Department of Public Health, mengatakan pendarahan yang dialami pengguna ganja sintetis cukup beragam, mulai dari batuk darah, kencing berdarah, hingga mimisan dan gusi berdarah. Sampai saat ini, belum bisa dipastikan apa penyebab pendarahan tersebut.

Ganja sintetis merupakan produk ganja buatan manusia yang mengandung kanbinoid, zat aktif pada ganja yang menyebabkan perasaan senang. Namun karena dibuat di laboratorium, pakar mengingatkan efek sampingnya bisa lebih berbahaya daripada ganja biasa.

Yang lebih parah, peredaran ganja sintetis ini sering kali tidak teregulasi dengan baik, berbeda dengan ganja medis yang dijual di apotek khusus. Ganja sintetis bisa ditemukan dengan mudah di minimarket, pom bensin hingga dijual online.

(mrs/up)
News Feed