Senin, 21 Mei 2018 12:35 WIB

Kombinasi Viagra dan Vaksin Flu Bisa Jadi Bahan Obat Kanker Baru

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sebuah temuan terbaru menyebut kombinasi viagra dan vaksin flu bisa jadi terobosan untuk penelitian obat kanker. Foto: thinkstock Sebuah temuan terbaru menyebut kombinasi viagra dan vaksin flu bisa jadi terobosan untuk penelitian obat kanker. Foto: thinkstock
Jakarta - Kanker masih menjadi penyakit tidak menular yang mengintai masyarakat modern. Sebuah penelitian menyebut obat kanker bisa ditemukan dengan cara mengombinasikan viagra dan vaksin flu. Benarkah?

dr Rebecca Auer dari University Ottawa, Kanada melakukan penelitian ini kepada mencit. Hasil awal mengatakan kombinasi viagra dan vaksin flu menghambat penyebaran sel kanker hingga 90 persen.


Secara teori, kanker bisa menjadi ganas dan menyebar ke seluruh tubuh karena operasi menyebabkan sel pembunuh kanker (sel NK) tidak berfungsi karena tertekan oleh myeloid derived suppressor cell (MDSC). Nah, dr Auer menyebut viagra yang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi bisa mengaktifkan kembali sel NK.

"Operasi pengangkatan tumor membuat sistem imun melemah, mengakibatkan sel kanker bisa kembali muncul dan menyebar ke seluruh tubuh," ungkap dr Auer, dikutip dari Daily Mail.

"Riset kami pada mencit membuktikan kombinasi viagra dan vaksin flu membantu mengaktifkan kembali dan memperbanyak produksi sel imun yang bisa membunuh sel kanker," tambahnya lagi.

Tak berhenti di mencit, dr Auer dan timnya kini melakukan penelitian lanjutan kepada manusia. Partisipannya adalah 24 pasien kanker usus besar yang sedang menjalani perawatan dan akan melakukan operasi pengangkatan tumor.

Ia berharap dengan dilakukannya penelitian ini dapat membuka jalan adanya temuan obat kanker baru yang lebih efektif dan murah. Apalagi jumlah pasien kanker diprediksi akan meningkat hingga tahun 2030.

(mrs/up)
News Feed