Senin, 21 Mei 2018 18:40 WIB

Minum Air Matang yang Direbus Ulang, Bolehkah?

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Merebus air tak menciptakan senyawa baru (Foto: Getty Images) Merebus air tak menciptakan senyawa baru (Foto: Getty Images)
Jakarta - Air merupakan sumber cairan penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengonsumsi air, bisa disimpan dalam lemari es atau dihangatkan ketika cuaca dingin. Tetapi bolehkan memanaskan ulang air yang sudah direbus atau air matang?

Residen Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga (PS IKO)-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Alvin Wiharja, menyebut tidak ada larangan memanaskan air. Anjuran minum cairan yang aman dari Kementerian Kesehatan lebih ke arah pemilihan air minum yang jernih, tidak berwarna, berasa dan tidak berbau serta memiliki komposisi mineral yang cukup.

"Untuk menghangatkan air dalam kemasan, boleh-boleh saja, asal tidak menggunakan kemasannya langsung dalam proses pemanasan tersebut. Pindahkan air ke dalam panci yang bersih, gunakan cairan tersebut sebagaimana mestinya," ujar dr Alvin.



Proses menghangatkan cairan tidak dilakukan ketika cairan yang masih berada dalam botol atau kemasan. Setelah berbuka puasa, apabila Anda melakukan aktivitas fisik berat, segeralah minum untuk menghidrasi tubuh Anda.

Berbeda lagi dengan air yang dihangatkan melalui dispenser. Menurut dr Alvin hal itu diperbolehkan karena peralatan tersebut sudah ada izin edar alat sehingga dapat diperdagangkan secara bebas. Hal tersebut dikarenakan pemerintah telah mengkaji bahaya dan risiko yang mungkin dapat terjadi.

Sementara itu, dokter gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK, berpendapat bahwa air yang dimasak tujuannya untuk menghilangkan kuman-kuman yang ada. Jika sudah masak, maka seharusnya tidak perlu dididihkan kembali.

"Belum ada bukti ilmiahnya. Maksudnya direbus di situ dididihkan ulang yang memang tidak perlu," tutup dr Tati.

(up/up)
News Feed