Senin, 21 Mei 2018 20:56 WIB

Risiko Kanker Kulit pada Wanita Muda, Seperti yang Dialami Adara Taista

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Melanoma termasuk dalam jenis kanker kulit yang ganas. (Foto: Instagram Adara Taista) Melanoma termasuk dalam jenis kanker kulit yang ganas. (Foto: Instagram Adara Taista)
Topik Hangat Kanker Kulit Melanoma
Jakarta - Adara Taista, menantu Hatta Rajasa dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di Jepang pada Sabtu (19/5/2018) setelah berjuang melawan kanker kulit yang dideritanya.

Kanker kulit yang diderita Dara, sapaan almarhumah, disebut melanoma, yang merupakan kanker kulit terganas. Meski sebelumnya melanoma lebih kerap diketahui sebagai penyakit lansia, namun rupanya melanoma juga menyerang usia muda terutama pada wanita.

Data dalam situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sekarang ini meningkat, antara 2 dan 3 juta kasus kanker kulit non-melanoma dan 132.000 kanker kulit melanoma terjadi di dunia.

Sedangkan menurut American Academy of Dermatology dan North American Association of Central Cancer Registries, melanoma menjadi kanker kedua yang banyak menyerang wanita muda dalam rentang usia 15 hingga 29 tahun. Apa alasannya?



"Para pasien muda, terutama anak-anak dan remaja khususnya, sekarang lebih sering datang ke dokter kulit dan menjalani biopsi ketimbang 20 tahun yang lalu. Dulu hal ini jarang terjadi," tutur Dr Vernon Sondak, ketua dari Department of Cutaneous Oncology di Moffitt Cancer Center, demikian dilansir dari Tampa Bay.

Faktor terbesar lainnya menurut Dr Sondak adalah penggunaan tanning bed alias indoor tanning, di mana sebuah kapsul yang akan menyinari tubuh kita dengan cahaya ultraviolet (UV), biasanya dalam waktu 10-20 menit.

Biasanya alat ini menjadi pilihan ketika seseorang ingin menggelapkan kulit (tanning) lebih cepat daripada harus berjemur lama-lama di pantai. Dan peminat utamanya jelas ada pada wanita muda.

"(Tanning bed) menggunakan paparan tinggi intensitas yang dapat merusak sel DNA kulit yang bisa menyebabkan terjadinya melanoma. Jika kulitmu menjadi berwarna, maka berarti tanda kerusakan DNA," lanjut Dr Sondak.

Melanoma memang dapat terjadi apabila adanya paparan sinar UV secara terus-menerus pada kulit. Selain itu, faktor risiko lainnya adalah jika mempunyai riwayat keluarga, berkulit putih, iris mata berwarna terang atau punya lebih dari 50 tahi lalat.

Oleh karena itu, kanker kulit jenis melanoma ini memang jarang terdengar di Indonesia yang rata-rata berkulit gelap. Namun penyakit ini bila sekali menyerang, maka penyebarannya sangat cepat bahkan bisa menyerang organ lainnya.

Dara disebut telah mengidap penyakit tersebut sejak awal 2017. Setelah menikah, ia menjalani pengobatan di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Jepang namun tak kunjung membaik hingga akhirnya ia menghadap Sang Khalik.



Mengidap kanker kulit, Adara Taista meninggal dunia:

(frp/fds)
Topik Hangat Kanker Kulit Melanoma
News Feed