Selasa, 22 Mei 2018 17:01 WIB

Ozon Menipis, Ini Tips Dokter untuk Hindari Risiko Kanker Kulit Melanoma

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Topik Hangat Kanker Kulit Melanoma
Jakarta - Kanker kulit memang lebih berisiko diidap oleh mereka yang berkulit putih, di mana orang Indonesia umumnya lebih memiliki kulit yang gelap. Namun tak menjadi alasan orang Indonesia akan bebas dari risiko terkena kanker kulit.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengkhawatirkan akan melonjaknya kasus kanker kulit akibat berkurangnya lapisan ozon dalam atmosfer (yang berfungsi sebagai pelindung) yang mengakibatkan lebih banyak lagi radiasi UV (Ultra Violet) mencapai permukaan bumi.

Diperkirakan setiap 10 persen menipisnya lapisan ozon, maka sekitar 300.000 kasus kanker kulit non-melanoma dan 4.500 kasus melanoma akan bertambah.


"Sebenarnya ada kasusnya (di Indonesia) cuma tidak banyak. Dan kanker kulit ini menjadi kanker ganas penyebab kematian paling sering di dunia pada orang-orang yang sering terpapar sinar matahari, misal seperti nelayan," kata dr Putu Laksmi Angari Duarsa, SpKK dari RS Surya Husada Denpasar kepada detikHealth, Selasa (22/5/2018).

Untuk menghindari paparan sinar matahari dan risiko tinggi terkena kanker kulit, dokter cantik yang biasa disapa dr Laksmi ini membagi beberapa tips.

Yang pertama jelas wajib menggunakan sunblock alias tabir surya. dr Laksmi menyarankan menggunakan tabir surya 30 menit sebelum keluar rumah atau terkena sinar matahari.

"Ketika berkeringat, atau terkena air, boleh ditambah lagi. Jadi supaya sunblock itu ngefek, maka penggunannya harus berulang," ujar dr Laksmi.

Kemudian memakai pelindung tubuh, seperti topi, payung, pakaian lengan panjang, atau kacamata hitam. Untuk pakaian, ia menekankan untuk menghindari pakaian berwarna hitam karena warna hitam lebih menyerap sinar matahari.

Lalu yang terakhir hindari keluar rumah pada jam 10.00 hingga 14.00 karena saat itu matahari sedang terik-teriknya dan jumlah radiasi ultraviolet meningkat. Jika terpaksa harus keluar, lanjut dr Laksmi, maka gunakan pelindung tubuh atau tabir surya dan hindar paparan yang terlalu lama.

(frp/up)
Topik Hangat Kanker Kulit Melanoma
News Feed