Selasa, 22 Mei 2018 20:15 WIB

Saran Dokter Soal Tidur Agar Tak Kesiangan Bangun Sahur

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Saran dokter agar tidak kesiangan saat sahur. Foto: ilustrasi/thinkstock Saran dokter agar tidak kesiangan saat sahur. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pola tidur yang cukup dapat mempengaruhi kualitas dari aktivitas keseharian lho, terutama saat bekerja. Terlebih saat puasa, tidur yang cukup diperlukan agar kualitas kerja bisa maksimal.

Lalu, bagaimana pola tidur yang baik saat puasa, agar tidak menggangu kegiatan saat sahur dan bekerja disiang hari?

Dokter tidur dari RS Medistra, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS memaparkan bahwa tidur yang baik minimal 5 jam sehari.

"Tidur sebaiknya minimal 5 jam, optimal 7 hingga 8 jam. Tidur malam cukup, atau ditambah tidur siang 30 hingga 60 menit," tutur dr Rima.

Menurut dr Rima, boleh-boleh saja tidur lagi setelah sahur, terutama jika itu diperlukan untuk mencukupi angka minimal jam tidur.

Akan tetapi, dr Rima menyarankan tidur lama dalam sekali waktu, daripada tidur terpotong-potong. Dibandingkan tidur lagi sebentar setelah sahur, dr Rima lebih menyarankan tidur lebih awal pada malam sebelumnya.

"Tidur kontinu lebih nyenyak daripada terpotong-potong," pesannya.

(ask/up)
News Feed