Rabu, 23 Mei 2018 15:40 WIB

Transgender Beneran atau Ngaku-ngaku? Scan Otak Bisa Mengungkapnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sekelompok ilmuwan di Belgia mengklaim bisa mengidentifikasi transgender dengan scan otak (Foto: Thinkstock) Sekelompok ilmuwan di Belgia mengklaim bisa mengidentifikasi transgender dengan scan otak (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Gender dysphoria (GD) atau gangguan identitas gender selalu menjadi kontroversi. Ada yang menganggapnya sebagai kondisi medis, ada pula yang meyakininya sebagai pilihan pribadi.

Sekelompok ilmuwan baru-baru ini mengklaim temuan baru soal itu. Dengan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI), mereka bisa melakukan scan otak untuk membuktikan apakah seseorang mengalami gender dysphoria.

Para ilmuwan dari University og Liege di Belgia menemukan metode ini dalam sebuah penelitian yang melibatkan 160 anak. Laki-laki maupun perempuan yang mengalami gender dysphoria, disebut punya gambaran scan otak yang berbeda.



Struktur dan pola neurologis pada otak laki-laki yang mengalami transgender, disebut lebih mirip gambaran pada perempuan dibanding pada laki-laki. Demikian pula pada perempuan dengan gender dysphoria, aktivitas otaknnya lebih menyerupai laki-laki.

"Meski butuh penelitian lebih lanjut, kita sekarang punya bukti bahwa pembedaan seksual pada otak berbeda pada anak muda dengan GD, karena ada karakteristik fungsional otak yang mirip gender yang diinginkan," kata Prof Julia Bakker yang memimpin studi ini, dikutip dari Dailymail.



Baru-baru ini, seorang laki-laki 'cantik' di Bandung kepergok mencuri di sebuah indekos dengan mengenakan dandanan mirip perempuan. Diduga ia berperilaku demikian untuk mengelabuhi penghuni kos-kosan, meski yang bersangkutan mengaku memang sehari-hari berperilaku seperti perempuan.

"Iya (punya kepribadian seperti perempuan). Kalau dandan aku belajar sendiri," katanya.

Nah lho, perlu di-scan nggak ya?

(up/up)
News Feed