Kamis, 24 Mei 2018 22:05 WIB

Perawat 'Pahlawan' yang Tewas Terjangkit Virus Saat Bertugas

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Lini Puthussery meninggal karena terinfeksi virus Nipah saat bertugas. (Foto: Twitter) Lini Puthussery meninggal karena terinfeksi virus Nipah saat bertugas. (Foto: Twitter)
Jakarta - Wabah virus Nipah di Kerala, India sejak Senin (21/5/2018) kemarin memakan korban sejumlah 10 orang meninggal dan 94 orang lainnya sedang menjalani karantina. Salah satu menyerang seorang perawat berusia 28 tahun, yang akhirnya meninggal.

Adalah Lini Puthussery, seorang perawat dan ibu dari dua anak laki-laki positif mengidap virus Nipah setelah menangani tiga anggota keluarga yang telah terlebih dahulu terdiagnosis virus tersebut.

Lini disebut semalaman menjaga mereka, dan kemudia melaporkan bahwa ia merasa demam pada hari Minggunya. Ia lalu menyadari bahwa dirinya mengalami gejala-gejala dari infeksi tersebut dan akhirnya datang ke rumah sakit dan meminta untuk di karantina.



Suaminya, Sajish, yang bekerja sebagai seorang akuntan di Bahrain langsung terbang ke Kerala ketika adiknya menelepon dan mengabarkan bahwa istrinya masuk rumah sakit.

"Dia bilang, 'aku sakit dan aku pergi ke rumah sakit buat diobati'," tutur Sajish dikutip dari BBC.

Ia tiba di rumah sakit pada Minggu pagi namun Lini sudah dibawa ke ICU. Lini disebut mengenakan masker oksigen karena level oksigennya sangat rendah.

"Dia tak dapat berbicara tetapi ia meraih tanganku dan menggenggamnya," lanjut sang suami lagi.

Pagi harinya, Lini meninggal dan seseorang memberikan sebuah catatan yang sempat ia tulis sebelum meninggal. Catatan tersebut viral di media sosial setelah Sajish menunjukkannya pada para wartawan lokal.

Ia menulis: "I don't think I will be able to see you again. Sorry. Please raise our children well." yang berarti "Sepertinya aku tak akan bisa bertemu denganmu lagi. Maaf. Tolong rawat anak kita dengan baik".





Jasad Lini tidak dikembalikan kepada orang tuanya untuk mencegah infeksi tersebut menyebar. Ia akhirnya dikremasi di bawah pengawasan pemerintah.

Kematiannya disebut-sebut sebagai pengorbanan dan para dokter menyebutnya seorang pahlawan. Bahkan Menteri Pinarayi Vijayan juga menyebutkan dalam cuitan belasungkawanya, bahwa "pelayanannya yang tanpa pamrih akan selalu diingat."

Virus Nipah kini menjadi daftar paling atas dari 10 penyakit prioritas yang telah diidentifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit yang berpotensi akan menjadi wabah selanjutnya.

Virus ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia, terutama lewat kelelawar. Nipah sangat sulit didiagnosa dan memiliki peluang hidup sebesar 70 persen dengan vaksin yang belum tersedia.





Tonton juga 'Kisah Rahma Sang Pejuang Penyakit Kusta':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
News Feed