Rabu, 30 Mei 2018 17:00 WIB

Cerita Anak Usia 6 Tahun yang Berjuang Lawan 2 Kanker Darah Langka

Widiya Wiyanti - detikHealth
(Foto: thinkstock) (Foto: thinkstock)
Jakarta - Keluarga Kalea Ramos dari San Diego, California merasa putus asa karena tak menemukan satu orang pun yang cocok untuk menjadi donor sumsum tulang bagi Kalea. Dari keluarga pun tidak ada kecocokan untuk mendonorkannya.

Oktober lalu, Kalea didiagnosis dua bentuk kanker darah leukemia, yaitu leukemia mieloid akut dan leukemia limfoblastik akut. Keduanya merupakan gabungan penyakit kanker yang cukup langka.

Pada saat didiagnosis, sel kanker telah menyebar ke cairan tulang belakangnya. Itu lah yang menyebabkan Kalea membutuhkan transplantasi sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang di mana sel-sel darah dibuat.

Transplantasi melibatkan pengambilan sel-sel pembentuk darah yang sehat dan menempatkan mereka ke dalam aliran darah pasien, di mana mereka mulai tumbuh dan membuat sel-sel darah merah yang sehat, sel-sel darah putih, dan trombosit.



Karena rangkaian gen yang digunakan untuk menentukan kecocokan dikaitkan dengan etnis, pasien kemungkinan besar akan menemukan kecocokan dalam kelompok etnis mereka sendiri.

Orang tuanya, Angela dan Mike tidak dapat mendonorkan karena mereka Kaukasia dan Asia, dan putri mereka adalah ras campuran. Saudara Kalea, Kailen yang berusia 11 tahun, maupun saudara perempuannya, Keanna yang berusia tujuh tahun pun tidak memiliki kecocokan sumsum tulang.

"Hal tersulit bagiku sejauh ini adalah memberi tahu anak-anak bahwa mereka tidak cocok karena mereka berdua ingin membantu saudara perempuan mereka," tutur Angela.



Dikutip dari CBS8, Kalea mengatakan bahwa ia rindu menjadi anak-anak dan pergi ke kolam renang serta ke pantai. Ia pun mengatakan bahwa ia yakin bisa mengalahkan penyakitnya.

Namun menurut Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, 70 persen pasien yang membutuhkan transplantasi sumsum tidak memiliki donor yang cocok dalam keluarga mereka.

Dari tujuh juta orang yang mendaftar transplantasi sumsum tulang, hanya tiga persen yang teridentifikasi ras campuran. Kemungkinan menemukan donor yang tidak terkait sangat bervariasi:

- Pasien Kaukasia menemukan donor sekitar 75 persen
- Pasien Hispanik menemukan donor sekitar 45 persen
- Pasien Asia menemukan donor sekitar 40 persen
- Pasien Afrika-Amerika menemukan donor 25 persen

(wdw/up)
News Feed