Sabtu, 02 Jun 2018 17:11 WIB

Eks Tentara Ini Tiba-tiba Lumpuh, Ternyata Idap Penyakit Langka

Widiya Wiyanti - detikHealth
Guillain Barre Syndrome menyerang saraf, menyebabkan kelumpuhan (Foto: Thinkstock) Guillain Barre Syndrome menyerang saraf, menyebabkan kelumpuhan (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Deanna Wheeler, seorang mantan tentara Amerika Serikat yang memulai kariernya di dunia musik. Ia sangat antusias untuk menyanyi dan menulis lagu sebagai seorang profesional.

Tapi seketika, pada malam hari kaki Deanna mulai mati rasa, mulai dari pergelangan kakinya, lutut, dan kemudian seluruh kaki kirinya tidak bisa digerakkan.

Keadaanya semakin memburuk. Pengasuh anaknya memaksa Deanna untuk ke rumah sakit. Dalam 24 jam setelah tiba di sana, Deanna lumpuh dari leher hingga ke bawah. Apa yang terjadi?

Wanita berusia 31 tahun ini didiagnosis dengan sindrom Guillain-Barre, yaitu gangguan autoimun langka yang menyebabkan tubuh secara spontan menyerang sarafnya sendiri.

Penyakit tersebut hanya menyerang beberapa ribu orang Amerika setiap tahunnya dan dikenal karena cepatnya penyebaran gejalanya. Pertama kaki kanan dan kemudian kaki kirinya berubah dari perasaan seperti ditusuk jarum, hingga mati rasa meskipun diletakkan di dalam air mendidih.



Seperti halnya yang dirasakan Deanna, sindrom ini biasanya dimulai dengan mati rasa dan kesemutan. Seketika kelemahan dapat dengan cepat berubah menjadi kelumpuhan.

Para ilmuwan masih tidak tahu apa penyebabnya Guillain-Barre ini, meskipun tidak jarang gangguan muncul setelah adanya infeksi.

Gejala pada Deanna berkembang sangat cepat sehingga diafragmanya lumpuh dan dia harus memakai ventilator untuk bernapas.

"Dalam enam jam, oksigen saya turun hingga 70 persen dan mereka harus membawa saya ke ICU karena diafragma saya lumpuh," ungkap Deanna dikutip dari DailyMail.



Dokter menempatkan Deanna pada globul imun, gamma (IgG), sebuah pengobatan IV selama sekitar satu minggu. Dia mengembangkan alergi terhadap obat itu dan harus dilepas. tetapi IgG masih punya waktu untuk melakukan tugasnya pada hari kelima di rumah sakit, Deanna cukup sehat untuk melihat ketiga anaknya.

"Itu mungkin salah satu pengalaman paling emosional dalam hidup saya," katanya.

Deanna mendeskripsikan efek IgG sebagai menyegarkan antibodi. Kelumpuhan pun mulai meninggalkan leher dan dada Deanna dan kemudian lengan dan kakinya.

Hari-harinya di rumah sakit ia habiskan untuk belajar bermain gitar. Saat memetik gitar, kakinya mulai bergerak. Pada saat itulah ia percaya bahwa musik akan menyembuhkannya.

"Saya tidak sabar dengan terapi," ujarnya.

Dokter Deanna berpikir bahwa ia akan mendapatkan kembali kemampuan untuk berjalan, tetapi bisa memakan waktu enam bulan atau bahkan setahun.

(wdw/up)
News Feed