Selasa, 05 Jun 2018 13:15 WIB

Melacak Jual Beli Formalin, Bahan Berbahaya yang Sering Dipakai di Makanan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Uji keamanan pangan untuk mendeteksi kandungan formalin (Foto: Aisyah/detikHealth) Uji keamanan pangan untuk mendeteksi kandungan formalin (Foto: Aisyah/detikHealth)
Jakarta - Isu soal keamanan pangan seperti penggunaan formalin pada makanan masih jadi masalah yang diperhatikan masyarakat. Tapi ternyata, untuk membeli atau menjual formalin kini sudah tak bisa sebebas dulu.

Untuk mengetahui peredaran formalin, detikHealth mendatangi sebuah toko kimia di Jl Pramuka, Jakarta Timur, mencaritahu soal jual beli bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan pada makanan seperti tahu, ikan asin, atau mi basah tersebut.

"Kalau boraks enggak jual cuma formalin jual, tapi enggak bisa beli literan bisanya per drum (200 liter)," ungkap Melati (bukan nama sebenarnya), salah seorang penjual toko kimia yang kami datangi.



Harga yang dibandrol pada satu drum formalin itu pun tidaklah murah, untuk mendapatkan 200 liter formalin maka pembeli harus merogoh kocek sedalam Rp 19 juta. Kurang dari itu, maka toko kimia tidak dapat memberikannya.

"Kemarin aja ada yang mau beli 60 liter enggak bisa. Harus ada suratnya. Jadi di suratnya harus ada kop suratnya, seumpama rumah sakit mana," imbuh Melati.

Sebagai informasi, satu drum formalin yang Melati jual di tokonya merupakan formalin dengan kadar persen yang tinggi. Ia tidak menyebutkan berapa persen kandungannya, namun ia menuturkan formalin dijual dalam keadaan pekat sehingga ketika digunakan perlu untuk diencerkan.

"Saya lupa berapa persen tapi yang dijual tinggi, masih pekat soalnya," tutupnya.

(ask/up)
News Feed