Selasa, 12 Jun 2018 20:05 WIB

Sering Ngorok Saat Tidur? Dokter Tak Sarankan Mengemudi

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (Foto: Pertiwi/detikcom) Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (Foto: Pertiwi/detikcom)
Jakarta - Sering mengantuk sudah pasti tidak dianjurkan untuk mengemudi, apalagi jarak jauh seperti dalam perjalanan mudik. Yang belum banyak diketahui, seseorang yang kalau tidur mendengkur juga tidak disarankan untuk mengemudi.

"Pendengkur di luar negri yang datang memeriksakan diri, SIM yang dimiliki ditarik. Karena pendengkur memiliki risiko kecelakaan 15 kali lipat," kata dr Andreas Prasadja, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, saat dihubungi detikHealth.

Seseorang yang tidurnya mendengkur alias ngorok, menurut dokter yang akrab disapa dr Ade ini berisiko mengalami hipersomia. Seseorang dengan gangguan tidur semacam ini biasanya mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur, sehingga cenderung tidak bugar karena tidurnya tidak berkualitas.



Akibatnya, seseorang dengan sleep apnea jadi mudah kelelahan. Ketika harus mengemudi untuk perjalanan jarak jauh, risiko mengantuk lebih besar dan ini berbahaya.

Secara umum, mengemudi dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya karena kewaspadaan serta kemampuan motorik berkurang. Bahkan menurut dr Ade, mengemudi dalam keadaan mengantuk lebih berbahaya dibanding mengemudi dalam keadaan mabuk.

(up/up)
News Feed