Senin, 18 Jun 2018 16:00 WIB

Ada Gas Klorin di Kolam Renang, 35 Orang Dilarikan ke RS

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Klorin adalah zat kimia yang biasa dipakai di kolam renang untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab penyakit dan juga menjernihkan air. Ketika dipakai dengan wajar sebetulnya klorin tidak berbahaya namun di kolam renang kota San Jose, Amerika Serikat, ada kejadian tak terduga di mana klorin muncul dalam bentuk gas.

Wajarnya klorin dipakai dengan cara mencampurkan larutan ke dalam kolam. Nah pada kolam renang di San Jose karena suatu sebab klorin terbentuk di atas kolam dalam bentuk gas dan mengenai sekitar 35 pengunjung.

Baca juga:

Dikutip dari The Mercury News beberapa orang ada yang mengalami gejala sulit bernapas, muntah-muntah, dan masalah pernapasan lainnya. Menurut dr Diane Calello dari Rutgers New Jersey Medical School ini karena klorin dalam bentuk gas sangat beracun bahkan dulu sempat dipakai sebagai senjata kimia.

"Gas klorin dapat menyebabkan orang-orang harus dirawat di rumah sakit. Ini karena mereka yang terpapar akan mengalami luka bakar di saluran napasnya," ungkap dr Diane seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (17/6/2018).

Lalu mengapa gas klorin bisa terbentuk di kolam renang umum? Laporan menyebut kemungkinan karena petugas kolam yang keliru mencampurnya dengan zat lain di ruangan pompa. Klorin mudah jadi gas bila terpapar senyawa seperti asam hidroklorida atau amonia yang umum terdapat pada produk rumah tangga.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan kadar gas klorin di kolam renang San Jose 15 kali lebih tinggi dari batas toleransi. Ahkirnya sekitar 35 orang yang terpapar dipindahkan ke 9 rumah sakit (RS) terdekat.

Menurut dr Diane paparan gas klorin berlebih dapat menimbulkan gejala sulit bernapas dan sensasi terbakar di mulut dan mata. Paparan yang parah bisa berujung pada masalah pulmonary edema atau penumpukan cairan pada paru-paru.

Baca juga: (fds/up)
News Feed