Rabu, 20 Jun 2018 12:30 WIB

Saran Dokter Soal Menyimpan Makanan Kala 'Si Mbak' Mudik

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Ilustrasi pembantu infal (Foto: Grandyos Zafna) Ilustrasi pembantu infal (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Menyimpan makanan atau membuat stok makanan di lemari es menjadi salah satu pilihan yang dilakukan ibu rumah tangga saat ditinggal mudik PRT (Pembantu/Pekerja Rumah Tangga).

Selain itu juga ada kecenderungan untuk menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu yang lama. Sehingga pada saat dikonsumsi selanjutnya, lupa untuk dipanaskan kembali.



"Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut," ujar pendidik dan praktisi klinis dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH.

Selain itu, dr Ari juga menambahkan makanan yang terlalu lama di suhu kamar juga cenderung mengalami kontaminasi. Dan yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan tersebut.

"Oleh karena itu proses pemanasan makanan tersebut baik secara langsung atau melalui microwave harus tetap dilakukan pada saat makanan tersebut dikonsumsi kembali. Sehingga kejadian keracunan makanan yang kerap terjadi selama seputar lebaran tidak terjadi," ujar dr Ari yang juga dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ketiadaan pembantu rumah tangga memang akan menjadi masalah tetapi sebagian kita yang memang punya cukup dana akan mengambil pembantu infal yang biayanya juga cukup lumayan.

"Tetapi justru pada kesempatan seperti ini ibu bisa mengajak semua anggota keluarga untuk bahu membahu membersihkan rumah dan bersama-sama untuk masak membersihkan agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa terjadi akibat ketiadaan pembantu ini," ujar dr Ari.

(up/up)
News Feed