Senin, 25 Jun 2018 12:15 WIB

Kebanyakan Tidur Bisa Jadi Salah Satu Risiko Stroke

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kebanyakan tidur bisa jadi salah satu faktor risiko stroke. Foto: thinkstock Kebanyakan tidur bisa jadi salah satu faktor risiko stroke. Foto: thinkstock
Jakarta - Tidur adalah hal yang sangat penting untuk mengistirahatkan tubuh dan mengembalikan fungsi tubuh agar bekerja optimal. Kurang tidur tidak baik bagi kesehatan, namun kebanyakan tidur juga ternyata sama tidak baiknya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology menunjukkan bahwa kebanyakan tidur setiap harinya bisa meningkatkan seseorang terkena stroke.

Penelitian ini melibatkan hampir 10 ribu orang yang berusia 42-81 tahun. Sekitar 1 dari 10 pria dan wanita yang tidur dengan jumlah jam lebih dari normal, yaitu lebih dari delapan jam semalam memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan orang yang jam tidurnya normal.


Para peneliti berspekulasi bahwa tidur malam yang lebih lama terkait dengan peningkatan peradangan yang akhirnya menyebabkan masalah kardiovaskular.

"Tidur yang lama mungkin menjadi penanda untuk meningkatkan risiko stroke pada orang yang lebih tua, dan harus diuji lebih lanjut untuk kegunaannya dalam praktek klinis," kata peneliti dikutip dari TIME.

Bahkan dokter gangguan tidur dari University of Chicago Medicine, dr David Gozal mengatakan bahwa orang yang terlalu banyak tidur bisa mempeburuk kesehatannya.

"Ini adalah tanda ada masalah yang berhubungan dengan kesehatan, apakah itu depresi, kanker atau kerusakan saraf. Itu biasanya bukan hal yang baik," ungkapnya.

Namun jika tidur lebih lama hanya di akhir pekan bukanlah suatu masalah besar, karena sesekali membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak. Tapi ingat, jangan kebanyakan tidur setiap hari ya.



(wdw/fds)
News Feed