Senin, 25 Jun 2018 17:06 WIB

Ngerokok Enggak Cuma Bikin Sakit, Tapi Juga Miskin

Luthfiadesta Andiko Putranti - detikHealth
Berapa pengeluaran kamu setiap bulan untuk merokok? (Foto: thinkstock) Berapa pengeluaran kamu setiap bulan untuk merokok? (Foto: thinkstock)
Jakarta - Perilaku merokok pada orangtua tidak hanya berpengaruh pada kesehatan anak. Merokok juga berpengaruh pada aspek ekonomi keluarga lho.

Ahmad Avenroza dari Badan Pusat Statistik mengatakan rokok menjadi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Ketika pengeluaran rokok meningkat sebesar 1 persen, maka probabilitas rumah tangga menjadi miskin akan meningkat sebesar 6 persen.

"Rokok itu adalah ranking kedua setelah beras, nilainya 9,98 persen di kota dan 10,70 persen di desa," jelas Ahmad di Four Points, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/06/2018).



Data Indonesia Family Life Survey (IFLS) menunjukkan kalau salah satu penyebab dari kemiskinan ini adalah ternyata perokok pada usia 21-30 tahun, yang umumnya adalah usia sangat produktif, memiliki angka sangat tinggi. Disebutkan para pecandu akan melakukan apapun demi mendapatkan rokok, termasuk mengurangi dana untuk makanan bergizi.

Saat mereka kurang mengonsumsi makanan bergizi maka mereka akan sakit-sakitan dan membuat produktifitas mereka rendah dan akhirnya menjadi miskin.

Teguh Dartanto, PhD, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, menjelaskan, bahwa di Indonesia, jumlah perokok ada 90 juta jiwa dan merokok rata-rata 12,3 batang per hari. Dari perhitungan ini menghasilkan jumlah 1,1 triliun rupiah yang digunakan untuk membeli rokok dalam satu hari.

Selain berdampak pada ekonomi, perilaku rokok dari orang tua juga dapat berdampak stunting pada anak. Sebabnya karena anak kurang mendapat asupan gizi karena orang tuanya lebih memilih rokok daripada makanan sehat.

"Anak-anak yang orang tuanya merokok memiliki pertumbuhan berat badan 1,5 kilogram lebih rendah. Tinggi badannya juga, pertumbuhan tinggi badan anak lebih rendah 0,34 sentimeter," ujar Teguh.

(mrs/fds)
News Feed