Rabu, 09 Des 2009 08:40 WIB

Mahkota Rambut Terenggut Alopecia

- detikHealth
Sheffield - Layaknya gadis lainnya, Emily dan Faye Sandford mengimpikan bisa seperti seorang putri yang punya rambut indah. Namun kedua gadis berusia 11 dan 9 tahun itu harus rela pergi ke sekolah dengan kepala botak karena menderita penyakit Alopecia.

Keduanya menyingkirkan rasa malu dan tidak membiarkan penyakitnya itu mengalahkan semangat bersekolah dengan tidak memakai rambut palsu.

"Kehilangan rambut adalah hal yang cukup sulit bagi mereka. Dulu mereka tak mau keluar rumah dan bersekolah, tapi kini mereka sudah berani dan percaya diri dengan rambutnya yang botak. Saya benar-benar bangga dengan cara mereka mengatasi masalah," ujar sang bunda, Paula seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (9/12/2009).

Paula (42 tahun) sudah berusaha mati-matian untuk menutupi kehilangan rambut buah hatinya dengan beberapa kali mengubah gaya rambutnya, tapi ketika Faye berusia 5 tahun, kebotakan itu sudah tidak bisa disamarkan lagi.

Akhirnya pada November 2007, Paula memutuskan memberi wig pada kedua anaknya, dan sejak itulah Emily dam Faye mulai mengenakan wig kemana pun mereka pergi. Tapi kedua gadis remaja itu memutuskan pertama kalinya untuk tidak memakai wig ke sekolah untuk menunjukkan kondisi sebenarnya.

Meski berkepala botak, namun teman-teman dan guru di tempat Emily dan Faye sekolah,Blackbrook St Mary Catholic Primary School serta dari Alopecia Areata Support Comunity sangat mendukung dan memberi semangat pada kedua kakak beradik itu.

"Siapapun yang kehilangan rambutnya pasti akan merasa malu dan tidak percaya diri. Tapi Emily dan Faye benar-benar gadis yang kuat dan saling menguatkan satu sama lain," ujar Maude Blight dari organisasi Alopecia.

Penyakit Alopecia terjadi ketika sistem imun tubuh salah menyerang benda asing, yang menyerang folikel-folikel rambut. Biasanya akan menyebabkan botak sebagian di kepala, tapi bisa juga sampai botak keseluruhan.

Pada beberapa kasus ada yang rambutnya bisa tumbuh lagi. Para ahli belum tahu pasti penyebab penyakit ini, tapi dugaan sementara adalah adanya kombinasi gen yang salah.

"Alopecia cenderung terjadi pada seperempat jumlah anggota keluarga dan sekitar 1 persen dari populasi saat ini," jelas Dr Andrew McDonagh, konsultan dermatologis dari Royal Hallamshire Hospital di Sheffield.



(fah/ir)
News Feed