Rabu, 12 Mei 2010 15:00 WIB

700 Pasien Diabetes di AS Gugat Perusahaan Obat

- detikHealth
Philadelphia - Perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline digugat oleh hampir 700 pasien diabetes dari sejumlah negara bagian di AS. Mereka mengaku mengalami gangguan jantung setelah menggunakan Avandia, obat diabetes yang diproduksi oleh perusahan tersebut.

Salah satu pengacara dari firma hukum AnapolSchwartz, Sol Weiss yang mewakili negara bagian Philadelpia mengaku telah mendatarkan 189 gugatan. Dilaporkan, 2 pengacara lain juga telah mengajukan sedikitnya 500 gugatan serupa.

Dikutip dari Reuters, Rabu (12/5/2010), Weiss mengatakan sebagian besar kliennya mengalami serangan jantung, dan sebagian lainnya mengalami gagal jantung kongestif maupun stroke. Meski tak menyebut jumlah pasti, Weiss mengklaim beberapa di antaranya meninggal dunia.

Weiss tidak bersedia mengungkap berapa nilai gugatan yang diajukan. Namun kantor berita Bloomberg mengungkap, Glaxo telah menganggarkan sekitar 60 juta dolar AS untuk menghadapi gugatan tersebut.

Jumlah tersebut dinilai terlalu kecil dibandingkan kewajiban yang mungkin harus ditanggung investor jika Glaxo kalah dalam perkara tersebut. Analis investasi Morgan Stanley meyakini Glaxo saat ini tengah menghadapi risiko senilai 6 miliar dolar AS.

Obat diabetes dengan merek Avandia sebenarnya bukan merupakan produk unggulan dari Glaxo. Penjualannya mengalami penurunan tajam sejak kontroversi tentang efek samping obat tersebut terhadap jantung mencuat pada tahun 2007.

Kekhawatiran akan munculnya klaim atas efek samping tersebut kembali mencuat pada Februari 2010, ketika 2 senator AS mempublikasikan sebuah laporan tentang Avandia. Bulan Juli mendatang, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akan menggelar sidang untuk membahas kemungkinan pelarangan produk tersebut.



(up/ir)
News Feed