Dikutip dari Healthday, Jumat (9/7/2010), jenis anestesi inhalasi yang sering digunakan di rumah sakit adalah sevoflurane, isoflurane, dan desflurane. Ketiganya termasuk gas rumah kaca sehingga punya potensi mencemari udara.
Namun risiko tersebut sering diabaikan karena secara medis memang dibutuhkan, terutama untuk pembedahan. Selain itu, pada umumnya penggunaan gas tersebut relatif tidak membutuhkan jumlah yang terlalu banyak.
Meskipun demikian, gas tersebut tidak banyak mengalami metabolisme di dalam tubuh pasien. Artinya sisa gas yang keluar dari tubuh pasien setelah bereaksi hampir sama banyak dengan jumlah pada saat pemberian, sehingga potensi pencemaran sebenarnya tidak sekecil yang diduga.
Menurut sebuah penelitian, penggunaan desflurane setara dengan emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor yang menempuh jarak 378-756 km. Dalam setahun, polusi yang dikhasilkan oleh anestesi di sebuah rumah sakit yang sangat sibuk setara dengan emisi dari 100-1.200 mobil.
Penelitian yang berlangsung di University of California dan University of Oslo itu juga mengungkap, gas-gas tersebut bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama di dalam atmosfer. Desflurane bertahan paling lama yaitu 10 tahun, sementara isoflurane bertahan selama 3,6 tahun dan sevoflurane selama 1,2 tahun.
Menurut peneliti, dampak tersebut bisa dihindari dengan mengurangi penggunaan anestesi berlebihan terutama desflurane kecuali benar-benar dibutuhkan. Selain itu perlu dikembangkan metode untuk menangkap kembali sisa gas yang belum dimetabolisme agar bisa dipakai kembali.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Anesthesia & Analgesia edisi Juli 2010.
(up/ir)










































