Selasa, 21 Sep 2010 14:45 WIB

Jangan Dekat-dekat Pasien yang Habis Kemoterapi

- detikHealth
Jakarta - Memiliki keluarga atau teman dekat yang menderita kanker pastinya membawa keprihatinan. Tapi sebaiknya jangan terlalu dekat atau memeluk pasien kanker yang baru saja melakukan kemoterapi, setidaknya selama seminggu. Mengapa harus begitu?

Kemoterapi merupakan teknik pengobatan kanker untuk memperlambat atau menghancurkan pertumbuhan dari sel-sel kanker tersebut. Kemoterapi merupakan pengobatan yang efektif dalam mengatasi kanker dan menghilangkan gejala-gejala kanker.

"Sebaiknya jangan terlalu dekat dengan pasien kanker setelah kemoterapi, terutama untuk bayi dan anak di bawah umur 6 tahun. Kalau mau menjenguk cukup salaman saja, nggak usah memeluk," ujar dr Fielda Djuita, Sp.Rad (K).Onk.Rad, Staf Medik Fungsional Instalasi Radioterapi RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan awam 'Metode Radiasi Terkini Pada Penderita Kanker' di RS Dharmais, Selasa (21/9/2010).

dr Fielda menjelaskan, pasien yang baru saja kemoterapi akan mengeluarkan gas yang mengandung bahan kimia dari kemoterapi melalui saluran pernapasannya, baik lewat mulut ataupun hidung. Gas ini dapat mengganggu darah tepi penjenguknya yang masih balita dan punya kekebalan tubuh rendah.

Efeknya, menurut dr Fielda, orang yang terkena hantaran tersebut sel-sel darah putih dan trombosit dalam tubuh akan rusak dalam jangka waktu yang lama (sekitar 10 tahun kemudian) dan dapat menyebabkan leukemia (kanker darah).

"Setidaknya selama seminggu setelah kemoterapi jangan dekat-dekat dulu dengan pasien kanker, terutama bayi dan anak kecil. Orang dewasa yang kekebalan tubuhnya lemah juga bisa terpengaruh," jelas dokter yang lahir 58 tahun yang lalu ini.

Menurut dr Fielda, bayi dan anak di bawah usia 6 tahun memiliki sel-sel yang masih muda dan belum berkembang dengan sempurna. Sedangkan orang yang bertubuh lemah memiliki sel tubuh yang lemah pula.

Oleh karena itu, bila orang-orang tersebut dekat-dekat dengan pasien kanker yang baru saja kemoterapi maka gas yang mengandung bahan kimia dari proses kemoterapi tersebut dapat mempengaruhi sel-sel dalam tubuhnya dan yang paling rentan adalah darah tepi. Kerusakan darah tepi inilah yang akan memicu kanker darah.

"Bayi yang dekat-dekat pasien yang baru saja kemoterapi, 10 tahun kemudian bisa menderita kanker darah atau leukemia. Jadi sebaiknya kalau punya cucu jangan dekat-dekat, apalagi dipeluk-peluk, kasian cucunya nanti, tunggu sampai efeknya reda sekitar seminggu," tutur dr Fielda.

(mer/ir)
News Feed