Senin, 25 Jul 2011 12:06 WIB

Merokok Lagi Setelah Serangan Jantung Bisa Fatal

- detikHealth
Iowa - Jangan coba-coba merokok lagi jika sudah pernah kena serangan jantung. Kembali merokok setelah pulang dari rumah sakit akibat serangan jantung bisa fatal karena meningkatkan risiko kematian pada pasien tersebut sebesar 5 kali lipat.

Peneliti dari Italia menemukan rata-rata orang yang mulai merokok lagi setelah dirawat akibat sindrom koroner akut (acute coronary syndrome/ACS) akan menimbulkan rasa nyeri dada yang lebih parah sebagai sinyal dari serangan jantung dan lebih mungkin untuk meninggal dalam waktu 1 tahun.

"Kekambuhan merupakan faktor risiko utama untuk kelangsungan hidup jangka panjang," ujar Dr David Katz, seorang profesor penyakit dalam dari University of Iowa Carver College of Medicine di Iowa City, seperti dikutip dari Reuters, Senin (25/7/2011).

Dr Katz menuturkan berhenti merokok memiliki efek yang sama dalam menyelamatkan nyawa pasien dengan ACS, efek yang ada sama seperti orang yang mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah atau kolesterol.

Studi ini melibatkan 1.294 pasien yang merupakan perokok sebelum dirinya dirawat di rumah sakit akibat ACS. Peneliti mengukur efek dari merokok kembali setelah mengalami gangguan pada jantung dan melihat berapa banyak orang yang cenderung mengalami kekambuhan.

Semua pasien ini berhenti merokok selama di rumah sakit dan menerima sesi konseling singkat, tapi tidak ada konseling lanjutan yang membantunya untuk tetap berhenti merokok setelah meninggalkan rumah sakit.

Studi yang dipimpin oleh Dr Furio Colivicchi menemukan semakin cepat seseorang kembali merokok maka semakin besar kemungkinannya untuk meninggal dalam waktu 1 tahun, serta sangat sedikit pasien yang mengalami kekambuhan setelah ia berhenti merokok selama 6 bulan.

"Jika Anda mampu menjauhi rokok selama 6 bulan, maka ada kemungkinan Anda mampu untuk mengalahkan kecanduan. Karenanya ada kebutuhan untuk memperbaiki cara dokter membantu pasien berhenti merokok," ujar Dr Nancy Rigotti, direktur Tobacco Research and Treatment Unit di Massachusetts General Hospital, Boston.

Sebuah studi terbaru dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa program konseling anti merokok yang komprehensif pada pasien serangan jantung bisa menyelamatkan ribuan nyawa dengan biaya yang relatif lebih murah.



(ver/ir)