ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2011 08:11 WIB

Pola Makan Dapat Mempengaruhi Bentuk Rahang

- detikHealth
Baltimore, Maryland - Bentuk rahang wajah pada manusia banyak dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun faktor genetik yang membuat bentuk rahang berbeda-beda itu bisa dipicu oleh faktor lain, yakni faktor lingkungan serta diet atau pola makan.

Jika sering makan daging atau makanan yang keras-keras maka akan memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara yang mengunyah makanan yang tidak terlalu keras rahangnya lebih sempit.

Para peneliti dari Johns Hopkins Center for Functional Anatomy and Evolution mengungkap, setiap manusia memiliki bentuk rahang yang sama ketika dilahirkan meski memiliki perbedaan genetis. Bentuknya baru mengalami perbedaan dalam proses pertumbuhannya.

"Penelitian kami bertujuan untuk membuktikan bahwa tulang rahang bersifat plastik atau bisa berubah bentuk sebagai respons terhadap faktor lingkungan, dalam hal ini diet," ungkap Megan Holmes, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari ScienceDaily, Senin (8/8/2011).

Dalam penelitiannya, Holmes dan rekan-rekannya mengamati kerangka jenazah dari 2 populasi yang mewakili pola makan yang berbeda dan keduanya dinilai tinggal di wilayah yang terisolasi secara genetis. Keduanya adalah populasi suku Indian Arikara di Dakota dan Point Hope di Alaska.

Kerangka yang diamati berasal dari beberapa 2 periode, yakni tahun 1600-an dan 1700-an. Pengambilan dari sampel dari periode yang berbeda dilakukan untuk membandingkan pengaruh diet atau pola makan terhadap bentuk rahang yang terjadi dari masa ke masa.

Pada masa itu, Suku Indian Point Hope rata-rata menerapkan diet keras antara lain dengan mengonsumsi daging-daging yang dikeringkan. Suku ini juga menggunakan giginya untuk keperluan lain selain makan, misalnya untuk mengupas kulit binatang untuk disamak.

Sebaliknya, Suku Indian Arikara cenderung menerapkan diet yang lebih lunak karena sudah mengenal pertanian. Dibandingkan makan daging kering, suku ini juga lebih banyak mengonsumsi daging segar karena jago berburu sehingga punya persediaan lebih banyak.

Ketika dibandingkan dengan pengukuran geometri terhadap tulang kerangka, tampak bahwa Suku Indian Point Hope memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara Suku Indian Arikara di Dakota yang mengunyah makanan tidak terlalu keras, rahangnya lebih sempit.

"Gen memang berpengaruh, namun pertumbuhan tulang rahang dipengaruhi oleh banyak hal. Tekanan mekanis dari ketegangan otot di sekitar rahang saat makan maupun melakukan aktivitas sehari-hari memberi bentuk pada tulang wajah secara keseluruhan," ungkap Holmes dalam laporannya di American Journal of Physical Anthropology.



(up/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT