Jumat, 02 Mar 2012 17:35 WIB

Asyik, 31 Puskesmas di Indonesia Punya Layanan Pijat

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Suka pijat, tetapi sungkan mendatangi panti pijat karena takut disangka yang tidak-tidak? Tidak ada salahnya datang ke Puskesmas, sebab 31 Puskesmas di Indonesia sudah memadukan pijat akupresur sebagai pelengkap pengobatan strandar.

Layanan pijat akupresur di Puskesmas merupakan bagian dari Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Fasilitas Kesehatan. Program yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini sudah dirintis sejak tahun 2010.

Pada tahun 2011, realisasi program ini di tingkat rumah sakit telah mencakup 30 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu contohnya dengan menyandingkan resep obat moderen dengan obat tradisional, tentunya yang sudah teruji khasiat dan keamanannya.

Realisasi di tingkat Puskesmas juga meliputi pemakaian ramuan tradisional, yang sudah dilakukan di 42 Puskesmas. Bukan itu saja, layanan alternatif yang cukup populer yakni pijat akupresur dan dikerjakan oleh tenaga dokter terlatih juga sudah bisa ditemui di 31 Puskesmas.

"Ada 2 pilihan, yang pertama dokter memberikan resep ramuan. Pilihan lainnya, dokter menentukan titik-titik meredian untuk dipijat. Jadi tidak asal-asalan," kata dr Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer di Gedung Kemenkes, Jumat (2/3/2012).

Untuk semakin memberdayakan potensi alam Indonesia, Kementerian Kesehatan memang gencar memasyarakatkan penggunaan obat tradisional. Salah satunya dengan membuka Sentra P3T (Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) yang pada tahun 2011 sudah berdiri di 11 provinsi.

Mengingat masih ada ribuan sumber daya obat tradisional yang belum dimanfaatkan dengan optimal dan belum diteliti secara ilmiah, jumlah Sentra P3T akan terus ditingkatkan pada 2012. Rencananya pada tahun ini Kemenkes akan mendirikan sentra-sentra P3T baru di 10 Provinsi.


(up/ir)