Jumat, 20 Jul 2012 18:00 WIB

Bakteri Baik dalam Usus Bikin Lansia Panjang Umur

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kunci panjang umur itu tentulah hidup sehat, termasuk makan sehat, rutin berolahraga dan tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini berlaku tak hanya bagi generasi muda dan paruh baya tetapi juga lansia.

Namun ternyata sebuah studi baru menemukan bahwa kunci panjang umur bagi lansia terletak pada triliunan 'bakteri baik' yang hidup di dalam usus orang-orang berusia 60 tahun ke atas tersebut. Keberagaman bakteri tersebut hanya bisa didapatkan dari variasi makanan yang dikonsumsi, terutama dari buah-buahan dan sayuran.

Dengan keberagaman bakteri yang ada maka hal ini dapat membantu mencegah sejumlah besar penyakit serta gangguan kesehatan seiring dengan pertambahan usia seperti hilangnya daya ingat.

"Studi ini pun memberikan motivasi bagi banyak orang agar tidak memberi makan kakek neneknya dengan makanan berkalori dan bervitamin saja, justru lebih baik jika Anda memvariasikan makanan mereka karena Anda juga memberi makan bakteri-bakteri baik di dalam ususnya," ungkap peneliti.

Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti menanyai 178 pria dan wanita berusia 64-72 tahun tentang pola makannya, kemudian menganalisis bakteri-bakteri di dalam ususnya dan menempatkan partisipan dalam sebuah tes kesehatan. Partisipan sendiri terbagi dalam dua kategori, partisipan yang tinggal di rumah dan partisipan yang tinggal di rumah sakit.

Hasilnya, lansia yang tinggal di rumah sakit selama lebih dari enam minggu memiliki variasi bakteri usus yang lebih sedikit dibandingkan lansia yang tinggal di rumah. Kondisi kesehatannya pun lebih buruk dan pola makannya tidak bervariasi.

Lansia yang tinggal di rumah sakit juga makan buah-buahan dan sayuran namun dalam porsi yang lebih kecil, bahkan sebagian besar pola makannya didominasi makanan berlemak, mengandung gula dan daging. Jumlah asupan roti gandum dan serealnya pun lebih kecil daripada partisipan yang tinggal di rumah saja.

Menurut peneliti dari University College Cork tersebut, menu yang diberikan kepada para lansia ini sebenarnya sudah divariasi, namun kondisi para lansia-lah yang membuat pilihan makanannya menjadi kurang menarik. Biasanya hal ini disebabkan oleh masalah pada gigi, sistem pencernaan ataupun menurunnya ketertarikan lansia terhadap berbagai hal di sekitarnya sehingga mereka cenderung memilih makanan ringan seperti teh dan roti panggang saja.

Peneliti Paul O'Toole mengatakan ada beberapa cara yang dilakukan bakteri-bakteri dalam usus untuk membantu lansia tetap fit. Sejumlah bakteri membantu melepaskan energi dari buah dan sayuran serta menjaga kesehatan usus. Bakteri lainnya memperkuat otot dan menjaga otak lansia tetap bisa bekerja dengan cepat, termasuk mencegah lansia ini terjatuh atau terpeleset.

"Perlu lebih banyak upaya untuk memastikan para lansia ini makan makanan yang bervariasi. Kalaupun lansia tak bisa memakan makanan yang ditawarkan, industri makanan seharusnya bisa mencari cara untuk membuat alternatif yang bisa menarik minat para lansia," pungkasnya seperti dilansir medindia, Jumat (20/7/2012).



(ir/ir)