Jumat, 27 Jul 2012 11:34 WIB

Bocah Kehilangan Kemaluan Karena 'Anunya' Tertembak Senapan

- detikHealth
Luis Canelos (dok: miamiherald) Luis Canelos (dok: miamiherald)
Jakarta - Remaja laki-laki asal Peru harus menjalani operasi paling rumit untuk menumbuhkan kemaluan baru dalam waktu dekat ini. Kemaluannya hilang saat masih berusia 9 tahun, gara-gara main senapan lalu tak sengaja menembak burungnya sendiri.

Luis Canelos baru berusia 9 tahun ketika diam-diam mengambil senapan milik ayahnya, lalu memainkannya seperti seorang koboi cilik. Tanpa sengaja, 'burung' atau kemaluannya tertembak lalu hancur dan hanya tersisa testis atau buah zakar sebelah kanan.

Kini Luis sudah tumbuh menjadi seorang remaja berusia 17 tahun dan mulai memikirkan hubungan dengan lawan jenis. Baginya, tumbuh dewasa tanpa punya kemaluan tentu sangat memalukan dan juga suram karena bisa-bisa ia tidak bisa punya keturunan.

Berkat donasi dari International Kids Fund Wonderfund yang dijalankan oleh Jackson Memorial Foundation, Luis yang ditemani oleh ayahnya, Roger (41 tahun) terbang ke Miami pada pertengahan Juli silam. Ia akan menjalani operasi untuk menumbuhkan lagi kemaluannya yang rusak.

Operasi yang akan dilakukan di Holtz Children's Hospital ini diperkirakan bakal sangat kompleks dan tidak mungkin dilakukan satu kali saja. Perkiraan ini disampaikan sendiri oleh seorang dokter yang akan menanganynya, Dr Christopher J Salgado.

"Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana kompleksnya operasi ini nantinya," kata Dr Salgado seperti dikutip dari Miamiherald, Jumat (27/7/2012).

Untuk menumbuhkan batang kemaluan, Dr Salgado akan mengambil sebagian kulit lengan Luis dan menumbuhkannya di selangkangan. Lalu supaya bisa merasakan sensasi dan rangsang seksual, kemaluan baru ini akan diberi sambungan saraf yang akan dirajut secara detail di bawah mikroskop.

Hasil operasi itu nantinya akan dipantau selama 2 hari. Jika hasilnya bagus, rencana selanjutnya adalah membuat kemaluan baru itu bisa berdiri atau ereksi agar bisa digunakan untuk fungsi reproduksi.

Caranya dengan menanam tulang fibula dari donor kadaver atau orang yang sudah meninggal. Alternatifnya adalah memasang pompa khusus, namun sebisa mungkin dihindari karena lebih rentan memicu infeksi.

Beruntung kecelakaan 3 tahun silam itu masih menyisakan buah zakar sebelah kanan. Menurut Dr Salgado, Luis tidak membutuhkan terapi hormon untuk membantu kelancaran operasi penumbuhan kemaluan baru karena buah zakar yang tinggal sebelah itu masih berfungsi dengan baik.





(up/ir)