Selasa, 23 Okt 2012 19:17 WIB

Diperkirakan Ada 6-8 Juta Orang Indonesia Berperilaku Seks Berisiko

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Melakukan perilaku seks berisiko tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga untuk pasangan karena dapat menularkan penyakit seperti HIV/AIDS. Diperkirakan ada 6-8 juta penduduk Indonesia yang berperilaku seks berisiko.

"Pada saat ini diperkirakan ada 6-8 juta orang Indonesia yang berperilaku berisiko, artinya mengunjungi tempat pelacuran, suami istri melakukan hubungan seks tapi salah satunya sudah terinfeksi, itu tentu juga seks berisiko," ujar Menkes dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam acara Indonesia Berkomitmen 'Getting to Zero on HIV/AIDS' di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Menkes menuturkan tapi karena istilah kondom itu sensitif seperti halnya kondomisasi, maka Menkes mengakui bahwa sampai saat ini dirinya masih mendapatkan tantangan yang cukup besar.

Walaupun terus menerus sudah dijelaskan bahwa anjuran penggunaan kondom ini dilakukan di hilir. Serta penggunaan kondom merupakan salah satu indikator dalam goal 6 di MDGs (Millenium Development Goals) yang mana penggunaan kondom pada setiap seks berisiko.

"Sangkanya kalau kita ngomong kondom berarti artinya silahkan seks bebas asal pakai kondom, tidak benar. Pakailah kondom bila bisa diperkirakan pasangan seksmu itu sudah ada penyakit," ujar Menkes.

Saat ini risiko penularan AIDS di Indonesia yang paling banyak di heteroseksual melalui hubungan seks yaitu 71 persen, melalui narkoba suntik sebanyak 18,7 persen, dan kemudian lelaki seks lelaki sebanyak 3,9 persen.

Sementara itu Executive Director UNAIDS Michel Sidibe menuturkan ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka infeksi baru yaitu melalui pencegahan dengan merangkul orang-orang yang rentan, proses test yang dipermudah melalui air liur dan tes CD4 serta tidak lagi ada diskriminasi sehingga memudahkan akses.

"Perlu juga membicarakan tentang pendidikan seks untuk remaja putri sejak dini agar bisa melindungi dirinya sendiri," ujar Sidibe.

Sementara itu Menkes menuturkan jika istilah terhadap pendidikan seks memang sensitif, ada beberapa istilah yang bisa dipakai seperti pendidikan kesehatan reproduksi, pendidikan seksualitas, dan ada juga yang menyebut keterampilan hidup.

"Bagaimana kita hidup berdampingan laki-laki dengan perempuan saling menghormati, saling respect, saling peduli tetapi tidak terbawa oleh birahi tersebut," ujar Menkes.

(ver/vit)