Senin, 29 Okt 2012 08:27 WIB

Wow, Jins yang Dicuci dengan Zat Ini Bisa Bersihkan Polusi Udara

- detikHealth
(Foto: Thinkstock) (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Konon jins (jeans) dikenal sebagai salah satu jenis celana yang paling banyak mengandung bakteri dan jarang dicuci karena bahannya yang berat. Tapi uniknya, dua ilmuwan dari Inggris mengaku berhasil membuat zat yang dapat dicampurkan pada jins sehingga celana ini dapat membersihkan lingkungan, terutama dari polusi udara.

Peneliti asal University of Sheffield, Tony Ryan dan desainer asal London College of Fashion, Helen Storey menciptakan sebuah zat aditif yang diberi nama Catalytic Clothing (Catclo). Zat ini dapat dicampurkan dengan deterjen dan mengubah jins maupun pakaian lainnya menjadi semacam magnet bagi polutan-polutan udara, bahkan yang paling buruk sekalipun seperti nitrogen oksida (NO2).

Gagasan untuk membuat zat ini datang pada tahun 2004 ketika Ryan dan Storey tengah mengerjakan proyek kolaborasi sains dan fesyen bertajuk Wonderland. Keduanya terkejut karena menemukan bahwa ketika denim atau bahan jins ditutupi oleh partikel-partikel mineral titanium dioksida maka denim akan bereaksi dengan udara dan cahaya untuk memecah emisi-emisi berbahaya yang ada di udara.

Partikel-partikel titanium oksida mampu mencengkram jutaan serat di dalam jins dan memiliki efek yang luar biasa karena pergerakan jins yang konstan ketika dipakai. Efek itu terjadi karena titanium oksida membutuhkan cahaya dan udara untuk mengkatalisasi dan mengubah gas-gas berbahaya menjadi nitrat yang tak berbahaya dan bisa larut dalam air. Lalu inilah yang menjadi cikal bakal dari Catclo.

Jadi Catclo akan bekerja seperti halnya catalytic converter (alat yang berfungsi untuk mengurangi emisi berbahaya dari gas buang pada suatu mesin) yang biasanya dipasang di mobil. Spesifiknya, Catclo akan menetralisir polutan yang mengandung nitrogen oksida dari asap kendaraan dan pabrik lalu saat jinsnya dicuci, polutan itu seketika akan hanyut bersama air, terang peneliti.

"Nyatanya zat ini paling efektif jika 'ditempelkan' pada denim atau bahan jins lalu kami menyadari ada lebih banyak jins ketimbang manusia di planet ini," ujar Storey seperti dilakutip dari medindia, Senin (29/10/2012).

Tak tanggung-tanggung, Ryan dan Storey berupaya mengubah gagasan mereka menjadi produk massal. Bahkan mereka telah bekerja sama dengan perusahaan deterjen yang berbasis di Belgia, Ecover untuk memproduksi Catclo yang akan dicampurkan pada sabun cuci atau kondisioner pakaian.

"Jika ribuan orang menggunakan zat aditif ini maka kualitas udara akan meningkat secara signifikan. Misalnya di Sheffield sendiri, jika setiap orang mencuci pakaiannya dengan zat ini, takkan ada lagi polusi yang disebabkan oleh nitrogen oksida," terang Ryan.

Menurut Ryan, produknya telah menjalani uji keamanan dan sejauh ini tak terbukti jika produk ini dapat menimbulkan ancaman bagi kulit manusia atau kualitas air. Ryan pun berharap Catclo akan segera dilempar ke pasaran dalam dua tahun mendatang.



(vit/vit)
News Feed