Jumat, 18 Jan 2013 09:01 WIB

Selain Video Porno, Infomania Juga Bikin Seks Anda Berantakan

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Belakangan banyak orang mengaku kecewa dengan perilaku pasangan di kamar tidur akibat teknologi. Tapi sayang banyak yang tak menyadarinya. Lebih baik sekarang introspeksi dulu apakah Anda lebih memilih menghabiskan waktu untuk main Twitter dan Facebook ketimbang berbicara dengan pasangan? Jika iya, bisa jadi Anda menderita infomania.

Infomania adalah salah satu jenis kecanduan yang tidak sehat terhadap ponsel pintar seperti iPhone. Kondisi ini muncul akibat pengalihan perhatian oleh gadget secara terus-menerus dan desakan untuk selalu mengecek ponsel.

Tak hanya itu, infomania ini juga didorong oleh ketakutan seseorang untuk disebut kuper (kurang pergaulan) atau ketinggalan jaman. Penderita kecanduan ini enggan melewatkan berbagai pesta yang digelar teman-temannya, berita terbaru atau gosip selebriti terhangat yang seringkali dijadikan acuan tingkat 'gaul' seseorang di mata orang-orang yang berada dalam lingkungan pergaulannya.

Masalahnya para pakar sendiri telah memperingatkan bahwa seperti halnya kecanduan video porno, infomania juga dapat memberikan konsekuensi serius terhadap rumah tangga seseorang, apalagi jika kondisi ini dibiarkan begitu saja karena lama-kelamaan dapat mengakibatkan perceraian.

"Meski ponsel pintar dapat menghubungkan kita dengan berbagai orang, tapi ketika penggunaannya menjadi berlebihan maka itu dapat menyebabkan masalah serius bagi hubungan seseorang," terang psikolog Thomas Stewart seperti dikutip dari timesofindia, Jumat (18/1/2013).

"Karena jelas, jika Anda terlalu asyik dengan ponsel pintar maka Anda takkan memperhatikan pasangan. Lagipula disamping hal itu terasa kasar bagi pasangan, seseorang yang lebih memprioritaskan ponselnya tentu akan membuat pasangannya merasa diabaikan dan tersinggung, apalagi jika orang yang bersangkutan 'lengket' dengan jejaring sosial seperti Twitter atau Facebook, padahal dalam situs itu bisa saja mereka berkomunikasi dengan orang-orang yang bahkan tidak mereka kenal," lanjut Stewart.

(vit/vit)