Jumat, 08 Feb 2013 12:02 WIB

Ini Ciri-ciri Kerupuk yang Bahayakan Kesehatan Menurut BPOM

- detikHealth
Jakarta - Kabar yang beredar di internet menyebutkan kerupuk yang berbahaya akan menyala saat dibakar. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak perlu dibakar pun kerupuk berbahaya akan menyala. Bukan nyala api tentunya, tetapi nyala dari pendar warna atau fluoresensi.

"Warnanya ngejreng, berpendar atau berfluoresensi," kata Kepala BPOM Lucky S Slamet saat menjelaskan ciri-ciri kerupuk berbahaya, usai pencanangan Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN-WOMI) di Kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).

Menurut Lucky, kerupuk dengan ciri-ciri warna ngejreng menunjukkan bahwa kerupuk tersebut mengandung bahan pewarna berbahaya misalnya Rhodamin-B. Sebagian dari bahan tersebut merupakan karsinogen atau penyebab kanker sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran dalam makanan apapun termasuk kerupuk.

Kerupuk dengan bahan pewarna berbahaya banyak ditemukan dalam keseharian. Sulit dikontrol karena dibuat oleh industri kecil, dijual kiloan atau curah sehingga banyak yang tidak punya izin. Dan celakanya, biasanya justru kerupuk warna-warni seperti ini yang banyak digemari karena renyah dan rasanya gurih.

Mengenai isu kerupuk yang digoreng dengan minyak mengandung plastik, Lucky mengatakan sejauh ini BPOM belum pernah menemukan. Ia meminta masyarakat bisa memilah antara informasi yang benar dengan informasi yang hanya meresahkan. Menurutnya, informasi soal kerupuk mengandung plastik termasuk yang meresahkan karena belum pernah ditemukan BPOM.

"Kerupuk itu kalau dibakar, karena mengandung minyak, pasti akan menyala. Semua yang mengandung minyak kalau dibakar akan menyisakan bekas seolah-olah mengandung plastik. Dan kami telah menguji, hasilnya tidak ada (kandungan plastik)," kata Lucky.

Sebagaimana diberitakan detikHealth sebelumnya, kerupuk mengandung 75 persen tapioka. Bahan tersebut jika dibakar akan menjadi karbon atau arang sehingga tampak gosong. Dan karena 18 persen minyak yang dipakai untuk menggoreng akan terserap, maka kerupuk akan menjadi seperti sumbu lampu minyak yang akan menyala jika dibakar.

Kerupuk yang digoreng dengan minyak yang dicampur plastik sejauh ini memang belum ditemukan BPOM. Namun bila ada makanan yang terkontaminasi plastik, menurut dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM, ahli kanker dari RS Dharmais, masuk ke pencernaan susah diserap dan mengendap dalam tubuh. Pada tahap awal bisa menyebabkan iritasi, tapi lama-lama juga bisa memicu mutasi dan menyebabkan kanker.

Dr Andhika menuturkan kanker yang diakibatkan makanan berplastik atau bahan-bahan berbahaya lain mungkin baru muncul 10 - 15 tahun setelah terpapar. Tapi yang lebih dikhawatirkan adalah keberadaan bahan berbahaya di dalam tubuh yang bisa mengganggu proses pencernaan.


(up/vit)