Selasa, 05 Mar 2013 17:30 WIB

Terapi Kecanduan Narkoba Serasa Tamasya di Thailand

- detikHealth
(Foto: ThinkStock) (Foto: ThinkStock)
Jakarta - Lepas dari jeratan narkoba bukanlah perkara mudah. Butuh waktu panjang untuk membuat otak benar-benar bisa terbebas dari candu-candu obat terlarang. Di Thailand, terapi pengobatan narkoba ditawarkan dengan cara berbeda, yang membuat pasiennya merasa sedang tamasya di Negeri Gajah Putih.

Adalah Cabin Chiang Mai, fasilitas pengobatan kelas dunia yang dapat membantu pecandu narkoba dan alkohol mengendalikan dan merawat diri dari ketergantungannya agar dapat menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya.

Cabin Chiang Mai memiliki tim spesialis seperti dokter, psikiater dan psikolog yang terlatih dan terakreditasi secara internasional untuk melayani dan merawat pasien selama masa rehabilitasi.

Terletak di Chiang Mai, Thailand Utara, dengan nuansa tepian sungai dan pegunungan, Cabin Chiang Mai merupakan pusat rehabilitasi pecandu obat dan alkohol yang paling diakui di Asia. Cabin Chiang Mai menawarkan suasana yang damai dan tenang untuk membantu proses pemulihan pecandu dari ketergantungannya terhadap narkoba.

Pusat rehabilitasi yang sudah berdiri sejak tahun 2009 ini juga menawarkan fasilitas tempat tinggal yang sangat nyaman, serta kesempatan bagi tamu untuk menikmati paket relaksasi dan tamasya setiap minggunya di salah satu tujuan wisata yang paling populer di dunia.

Dalam metode pengobatannya, Cabin Chiang Mai menggunakan program pengobatan yang unik, yang disebut dengan program 3 circles (tiga lingkaran).

"Pada pengobatan konvensional 12 langkah, bisa butuh waktu 1 tahun dengan pengobatan lebih banyak dengan pendekatan agama. Dengan metode 3 circles, hanya butuh waktu 28 hari untuk sembuh, tidak dengan pendekatan agama tetapi lebih pada pendekatan psikologi," jelas Alastair Mordey, Programme Director The Cabin Chiang Mai Rehabilitation Centre, saat ditemui di The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

3 cicles adalah model konseling ketergantungan yang efektif dan mutakhir dengan latar belakang kebudayaan Asia yang lebih mudah diadaptasi dibandingkan dengan teknik konvensional lainnya, seperti metode '12 langkah' milik Alcoholic Anonymous (AA). Metode 3 circles bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan ajaran agam atau kepercayaan tertentu.

Metode 3 circles menitikberatkan proses kesembuhan pada pendekatan psikologi yang efektif. Program ini dapat diselesaikan hanya dalam 28 hari, sangat singkat jika dibandingkan dengan model pengobatan lainnya yang dalam memakan waktu lebih dari 6 bulan.

Alastair menyebutkan, terapi pengobatan meliputi akomodasi, makanan, sesi konseling individu dan kelompok, terapi kebugaran, perawatan pijat, kunjungan dan pembinaan mingguan.

Dalam program pengobatan juga termasuk sesi konseling one on one, terapi kelompok harian, personal training dan fitness, terapi pijat, terapi drama dan terapi seni, kunjungan wisata, dan rencana pencegahan relapse.

"Setiap Kamis ada jadwal terapi pijat. Pijat terbukti untuk detoksifikasi mengeluarkan racun dalam tubuh. Setiap Sabtu mereka melakukan terapi drama dan terapi seni. Dan hari Minggu ada kegiatan seperti rock climbing, elephant trekking, mountain biking, fishing, rafting, dan lain-lain," lanjut Alastair.

"Tidak hanya alkohol dan narkoba, Cabin Chiang Mai juga bisa memberikan terapi behaviour untuk kecanduan judi, makan, seks. Biayanya US$ 12.900 (sekitar Rp 125 juta) untuk 28 hari. Juga ada post treatment, ada pengobatan follow up, seperti di Singapura selama 2 bulan," tutur Prem Kumar Shanmugam, Programme and Clinical Consultant The Cabin Chiang Mai Rehabilitation Centre.






(mer/vit)
News Feed