Kamis, 18 Apr 2013 18:41 WIB

Waspada, Tidak Patuh Minum Obat Bikin Kuman TB Makin Kebal

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Penderita Tuberkulosis (TB) seringkali tidak patuh menghabiskan obat yang telah diberikan, penyebabnya paling banyak adalah karena malas atau lupa. Namun ketidakpatuhan mengonsumsi obat dapat menimbulkan kekebalan tubuh terhadap obat tersebut. Akibatnya, obat yang sebelumnya efektif akan menjadi tidak efektif sama sekali pada tubuh penderita.

Kekebalan terhadap obat TB atau dikenal sebagai Multi-Drug Resistant TB (MDR-TB) merupakan salah satu faktor penyebab masih ada sekitar 10 persen penderita TB di Indonesia belum sembuh sempurna. Ditegaskan oleh Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH, dalam acara pemberian penghargaan dari AS kepada Indonesia sebagai Pelopor dalam Memerangi Tuberkulosis di Gedung dr. Johannes Leimena, Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (18/4/2013), bahwa kepatuhan merupakan kunci utama kesembuhan.

"Saya harap pasien TB benar-benar menyadari bahwa kesembuhan ada pada kepatuhan dirinya sendiri. Jika pemerintah telah berupaya keras dan melakukan berbagai cara untuk memerangi TB namun pasiennya sendiri tidak patuh, maka semua usaha akan sia-sia," ujar Nafsiah.

Pasien yang sudah terlanjur menderita MDR-TB tubuhnya akan jadi kebal terhadap obat TB, misalnya Isoniazid (INH). Untuk pengobatannya diberikan obat lini kedua. Pendeteksian terhadap MDR-TB yang memakan waktu dalam hitungan bulan membuat pasien TB seringkali terlalu lama menunggu hasil tes, akibatnya pasien TB menjadi terlambat diberi pengobatan.

Tahun lalu, Kementerian Kesehatan RI dibantu oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) telah memperkenalkan teknologi GeneXpert di Indonesia. Teknologi ini dapat mendiagnosis MDR-TB dalam hitungan jam, tidak lagi dalam hitungan bulan seperti pengobatan sebelumnya. Dengan adanya teknologi ini diharapkan pasien yang memiliki kekebalan terhadap obat TB dapat terdeteksi lebih cepat.

"Teknologi ini sangat membantu petugas kesehatan dalam menemukan diagnosis pasien, sehingga pemberian obat menjadi tepat dan tidak terlambat. Namun sekali lagi saya ingin ingatkan, tetap dibutuhkan kepatuhan jika memang ingin sembuh dari TB," lanjut Nafsiah.

"Jika seorang pasien TB sudah terlanjur kebal, maka pengobatannya akan semakin sulit. Dibutuhkan obat lain yang bisa mengobati TB tanpa memengaruhi kekebalannya. Padahal jika pasien TB mau minum obat secara teratur, TB bisa disembuhkan tanpa harus menjadi kebal," ujar Prof Dr Tjandra Yoga Adhitama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dalam kesempatan yang sama.

(up/vta)