ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Mei 2013 13:32 WIB

Sama-sama Tak Sehat, Wanita Perokok Risikonya Lebih Besar dari Pria

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Tak ada satupun orang yang tak tahu akan bahaya merokok atau menghisap tembakau bakar ini. Poinnya hanya satu, merokok jelas-jelas merusak kesehatan orang yang melakukannya, tak peduli itu pria maupun wanita. Namun tim peneliti dari Norwegia menemukan meski sama-sama merokok, risiko kesehatan terbesarnya justru ditanggung oleh wanita.

Setelah mengamati rekam medis dari 600.000 pasien, peneliti menemukan bahwa wanita yang merokok berisiko dua kali lebih tinggi terkena kanker daripada pria, terutama kanker usus. Persentasenya mencapai 19 persen, sedangkan risiko pada pria hanya sebesar 9 persen.

Dalam studi ini juga tercatat 4.000 partisipan didiagnosis mengidap kanker usus. Bahkan bagi wanita yang mulai merokok ketika berusia 16 tahun ke bawah atau wanita yang telah merokok selama berpuluh-puluh tahun maka risiko kanker ususnya juga paling tinggi.

University of Tromso, Norwegia yang menggelar studi ini menyatakan jika inilah studi pertama yang menemukan bahwa wanita yang merokok dengan porsi lebih sedikit dari pria masih berpeluang terserang kanker usus. Pasalnya secara biologis wanita jauh lebih rentan terkena efek racun dari rokok daripada pria.

Peneliti juga mengaku baru tahu jika wanita yang baru mulai merokok (perokok pemula) berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung ketimbang pria yang sudah terbiasa merokok, meski mereka tak tahu apa penyebabnya.

Seperti dilansir BBC, Rabu (1/5/2013), belakangan tim peneliti lain dari University of Western Australia menemukan penjelasan yang masuk akal dari kondisi ini. Setelah mengamati 1.000 remaja yang tinggal di Perth, Australia, peneliti menemukan bahwa remaja putri yang terpapar rokok (perokok pasif) diketahui tak memperoleh efek positif dari kolesterol yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar remaja putra.

Bahkan efek negatif dari perokok pasif ini tampaknya tak begitu dirasakan oleh remaja pria.

Untuk itu, banyak studi yang mendorong agar wanita buru-buru menghentikan kebiasaan merokok untuk memotong risiko mereka terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker. Karena berdasarkan hasil studi terhadap satu juta lebih wanita, peneliti menemukan bahwa berhenti merokok di usia 30 tahun akan menghindarkan wanita dari risiko kematian dini akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan rokok.

Sarah Williams dari Cancer Research UK pun menekankan, "Merokok telah lama diketahui dapat menyebabkan sedikitnya 14 jenis kanker yang berbeda, tak terkecuali kanker usus. Baik bagi pria maupun wanita, bukti-bukti ini jelas bahwa menjadi bukan perokok (non-smoker) artinya Anda akan berpeluang lebih kecil untuk menderita kanker, penyakit jantung, gangguan paru-paru dan berbagai penyakit serius lainnya."

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT