Senin, 06 Mei 2013 12:00 WIB

Studi: Secara Biologis Perempuan 'Diprogram' untuk Banyak Makan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Selama ini diketahui perempuan lebih sering mengalami gangguan rendah diri akibat berat badan yang berlebihan atau kesulitan diet. Jika Anda salah satunya, jangan khawatir. Peneliti mengungkapkan bahwa secara biologis perempuan lebih rentan mengalami gangguan makan berlebihan.

Percobaan yang dilakukan oleh peneliti pada tikus betina ini menemukan bahwa mereka cenderung lebih banyak makan dibandingkan dengan tikus jantan. Studi ini merupakan kali pertama diungkapkan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat makan pada hewan, namun para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini memiliki implikasi bagi manusia.

Elton John dan Putri Diana adalah contoh tokoh dunia yang mengidap bulimia, yaitu keadaan dimana seseorang makan secara berlebihan secara berulang-ulang dan kemudian kembali mengeluarkannya. Sedangkan Oprah Winfrey dan Janet Jackson juga mengalami gangguan makan di mana terkadang mereka sulit untuk mengontrol keinginannya untuk makan.

"Teori lebih banyak mengungkapkan gangguan makan pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki, hal ini disebabkan oleh adanya pendapat dari sisi budaya dan banyaknya tekanan yang dialami oleh perempuan," ungkap Prof Kelly Klump, psikolog dari Michigan State University, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (6/5/2013).

"Walaupun begitu, hasil studi ini menunjukkan bahwa faktor biologis juga memiliki kontribusi, sebab tikus betina tidak mengalami tekanan psikososial seperti manusia, misalnya tekanan untuk menjadi kurus," lanjut Prof Klump.

Prof Klump dan rekan-rekan penelitinya melakukan percobaan pemberian makan pada 60 tikus, dengan setengahnya berjenis kelamin betina. Percobaan ini dilakukan selama 2 minggu dan mereka mengganti makanan tikus dengan vanila beku.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa tingkat kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang diberikan adalah 6 kali lebih tinggi pada tikus betina.

Prof Klump mengungkapkan bahwa kecenderungan untuk makan berlebihan memiliki hubungan dengan respons alami otak, di mana setelah mengonsumsi makanan, otak cenderung akan memberi respons menyukai aktivitas tersebut.

Setelah melakukan studi ini, selanjutnya para peneliti akan melakukan penelitian apakah otak pada perempuan lebih sensitif dan responsif terhadap makanan yang tinggi lemak dan tinggi gula. Diharapkan hasil studi berikutnya ini akan membantu meningkatkan terapi, baik konseling maupun obat-obatan, bagi mereka yang mengalami gangguan makan.



(vit/vit)
News Feed