Senin, 06 Mei 2013 13:05 WIB

Hati-hati, Banyak Kuman di Dalam Tas Tangan Perempuan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Tas tangan merupakan benda yang sangat penting bagi perempuan dalam beraktivitas. Ini karena perempuan menyimpan banyak benda yang dibutuhkan di dalamnya, misalnya dompet atau ponsel. Hati-hati, peneliti mengungkapkan bahwa kebiasaan tidak sehat dalam mengelola isi tas tangan ini bisa mengundang kuman.

Kebanyakan perempuan tidak menyadari apa pengaruh isi dan kebersihan tas tangan terhadap kesehatan mereka. Saat tas dibawa ke berbagai tempat, banyak kuman yang ikut 'menempel'. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sebuah tas dapat membawa ribuan bakteri yang bisa menyebabkan pilek, batuk dan bahkan gangguan pencernaan.

Berikut adalah 5 risiko berbahaya yang dialami perempuan dari kebiasaan tidak sehat dalam mengatur isi tas tangan mereka, seperti dikutip dari Times of India, Senin (6/5/2013):

1. Botol air minum
Membawa botol air minum sendiri memang lebih sehat, namun perhatikan bahan botol Anda. Terus-menerus minum dari botol plastik tidak baik bagi kesehatan. Para ahli mengatakan bahan kimia berbahaya yang dikandung plastik seperti phthalates, dapat bercampur dengan air. Ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan masalah kesuburan. Semakin lama Anda menggunakan botol plastik, semakin banyak konsentrasi bahan kimia berbahaya yang akan merembes ke dalam air.

Solusi: Gunakan botol logam atau kaca sebagai gantinya. Untuk meminimalkan kemungkinan rusak, Anda bisa membungkus botol kaca dalam plastik pelindung atau kantong silikon.

2. Peralatan make-up
Seorang perempuan rata-rata membawa setidaknya 3 hingga 8 alat make-up di dalam tas tangannya. Misalnya lipgloss, maskara, blush on, dan bedak. Namun sangat sedikit perempuan yang memeriksa tanggal kadaluarsanya. Make-up yang kadaluarsa merupakan tempat yang paling banyak mengundang bakteri, khususnya maskara. Bakteri berkembang biak dalam gelap, lingkungan yang hangat, dan lembab, seperti maskara. Menggunakan maskara ini kemudian dapat menyebabkan infeksi mata.

Solusi: Periksa tanggal kadaluarsa seluruh peralatan make-up Anda setiap 6 bulan. Jauhkan kuas make-up Anda dari bakteri dengan mencucinya secara teratur dan hindari meminjamkan alat make-up.

3. Tisu dan saputangan
Berapa kali Anda menyimpan tisu yang sudah digunakan atau sapu tangan di tas karena menunda membuangnya? Studi mengatakan virus yang menyebabkan pilek dan batuk dapat bertahan untuk waktu yang lama pada tisu bekas tersebut. Setiap kali Anda meletakkan tangan di dalam tas, Anda berisiko dihinggapi dan menyebarkan kuman.

Solusi: Setelah menggunakan tisu, segeralah membuangnya. Jika Anda terbiasa membawa tisu basah di dalam tas, pastikan tersegel rapat. Sebagai langkah tambahan, cuci tangan sesering mungkin atau gunakan hand sanitiser.

4. Gadget atau ponsel
Studi mengatakan bahwa ponsel bisa menjadi sarang bakteri. Satu studi bahkan menemukan bahwa 1 dari 6 ponsel terkontaminasi dengan materi fekal. Sayangnya, saat ini ponsel merupakan kebutuhan yang penting dan selalu dibawa ke mana saja.

Solusi: Gunakan pouch atau tas kecil untuk menyimpan ponsel Anda di dalam tas. Jangan lupa untuk membersihkan ponsel dengan kain yang lembut 1 kali seminggu.

5. Tas tangan yang terlalu berat
Perempuan cenderung mengalami masalah pada leher, punggung dan bahu karena berat tas yang berlebihan setiap harinya. Tas besar memang cenderung lebih modis dan bisa memuat lebih banyak barang, namun justru membuat Anda terbiasa ingin membawa lebih banyak barang.

Solusi: Beralihlah ke tas yang lebih kecil atau biasakan untuk mengosongkannya setiap minggu. Ini ditujukan untuk memeriksa kemungkinan ada benda yang tidak terlalu penting untuk dibawa.

(vit/vit)