Kamis, 13 Jun 2013 16:00 WIB

WBTI: Hanya 27,5 Persen Ibu Indonesia yang Memberi ASI Eksklusif

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock) ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif yang selama ini telah dianjurkan diberikan selama 6 bulan nyatanya belum dapat terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian World Breastfeeding Trends Initiative (WBTI) tahun 2012, hanya 27,5 persen saja ibu di Indonesia yang berhasil memberi ASI eksklusif.

Dengan hasil tersebut, Indonesia berada di peringkat 49 dari 51 negara yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Hasil ini masih jauh dari target Kementerian Kesehatan RI. Pada tahun 2010 ditargetkan jumlah ibu di Indonesia yang memberi ASI eksklusif adalah 61,5 persen. Sedangkan pada tahun 2014, targetnya adalah 80 persen.

"Implementasi yang dilakukan oleh berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif hingga saat ini belum optimal. Ketidakberhasilan ini dapat dilihat dari hasil penelitian WBTI. Di mana hasil yang ada masih jauh dari target pemerintah," ujar Sari Kailaku, Ketua Tim Riset Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam acara media gathering 'Pemahaman Tenaga Kesehatan Mengenai Kebijakan Menyusui di Indonesia', yang diadakan di Cheesecake Factory Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Padahal pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan memberi banyak manfaat kesehatan. Manfaatnya tak hanya bagi kesehatan mental anak, tetapi berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa semakin lama menyusui, maka risiko gangguan mental pada anak semakin berkurang. Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang diberi ASI lebih cerdas dan tinggi skor IQ-nya.

Di samping manfaatnya bagi bayi, menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan ibu. Manfaat pemberian ASI terhadap kesehatan ibu antara lain:
1. Mengurangi pendarahan dan kurang darah setelah melahirkan.
2. Mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometrial
3. Mengurangi risiko terserang penyakit penuaan seperti diabetes melitus, osteoporosis dan rheumatoid artritis
4. Merupakan metode KB paling aman
5. Mengurangi risiko obesitas
6. Mengurangi risiko stres dan kegelisahan
7. Mengurangi risiko tindakan kekerasan dan penelantaran anak sebanyak 4,8 kali lebih kecil

Manfaat lain dari ASI yang tidak didapatkan dari susu formula adalah kandungan kolostrum yang keluar di masa awal menyusui. Kolostrum yang keluar saat bayi pertama kali menyusu pada ibunya mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI. Kolostrum juga mengandung leukosit yang bisa bermanfaat membunuh bakteri di dalam tubuh bayi.

Keberhasilan seorang ibu dalam memberikan ASI pada bayinya juga sangat ditentukan dukungan suami, keluarga, petugas kesehatan, masyarakat, serta lingkungan sekitarnya. Termasuk lingkungan kerja jika ibu tersebut memang sebelumnya sudah dan masih bekerja sambil menyusui.




(vit/vit)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya