Berdasarkan hasil kajian Litbang Departemen Pertanian Maret 2013 lalu, tingkat konsumsi buah per kapita hanya 34,55 kg/tahun, sedangkan tingkat konsumsi sayuran per kapita 40,35 kg/tahun. Sementara konsumsi buah dan sayur per kapita bagi warga Singapura dan Vietnam melebihi 100 kg/tahun.
Hal ini diungkap dr Fiastuti Witjaksono Sp.GK, dokter ahli gizi dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia dalam media briefing Zespri Kiwifruit di hotel Grand Clarion, Makassar, Jumat (28/6/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Fiastuti menambahkan standar WHO dan FAO, menganjurkan setiap orang mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 400 gram per harinya. Sementara UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 menganjurkan 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah dalam Tumpeng Gizi Seimbang.
Menurut dr Fiastuti, serat dalam sayuran dan buah bermanfaat untuk membantu menjaga kadar gula darah, menjaga kadar lemak darah, menyehatkan saluran cerna dan membantu membuat rasa kenyang bagi yang sedang diet. Selain itu manfaat buah dan sayur juga dapat mencegah kerusakan sel dalam tubuh akibat proses oksidasi dari polusi dan metabolisme tubuh.
"Akibat kekurangan buah dan sayur, berdasarkan data WHO, bisa berpotensi menyebabkan kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14 persen, kematian akibat jantung koroner sebesar 11 persen dan kematian akibat stroke 9 persen," tambah dr Fiastuti.
dr Fiastuti menyarankan selain mengonsumsi buah seperti jeruk dan apel, buah kiwi diketahui mengandung 2 kali lebih banyak dari jeruk atau 5 kali lebih banyak dari sebutir buah apel.
"Buah kiwi hijau mengandung enzim protease yang berfungsi mencerna protein sehingga lebih mudah diserap dan buah ini rendah lemak dan rendah glikemiks indeksnya atau kadar gulanya rendah dibandingkan buah yang lain," tandas dr Fiastuti.











































