Pegal-pegal di Leher Tak Selamanya Selesai dengan Pijat

ADVERTISEMENT

Pegal-pegal di Leher Tak Selamanya Selesai dengan Pijat

- detikHealth
Rabu, 03 Jul 2013 09:30 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pengobatan tradisional masih memiliki tempat yang spesial untuk menangani berbagai penyakit. Misalnya, pijat masih banyak dilakukan untuk mengatasi pegal-pegal. Bahkan pada kasus penyakit leher dan tulang sekalipun, pemijatan masih menjadi pilihan.

Bagi kalangan medis, pemijatan adakalanya dapat membantu mengatasi beberapa keluhan penyakit. Tapi cara ini bukan berarti 100 persen efektif, terutama untuk mengatasi penyakit tulang yang parah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih mengobati penyakit dengan pijat.

"Sebenarnya menurut saya, pemijatan bukan hal yang buruk. Tapi ada beberapa hal yang saya khawatirkan. Pemijatan tidak berfungsi untuk penyakit seperti kanker, patah tulang dan sebagainya. Pemijatan dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa penyakit tertentu. Pemijatan juga tidak akan meredakan masalah yang mendasari," kata dr Chua Soo Yong, ortopedis dan spesialis bedah tulang belakang di Mount Elizabeth Hospital, Singapura.

Dalam acara diskusi media yang digelar di Hotel Mulia Senayan, dan ditulis pada Rabu (3/7/2013), dr Chua menerangkan beberapa keluhan pada leher atau tulang belakang memang tidak melulu disebabkan oleh persendian atau kerusakan saraf. Beberapa gangguan ada yang disebabkan karena otot yang tegang dan kaku.

Nyatanya, kebanyakan orang yang sering terkena nyeri leher adalah orang menatap layar monitor sepanjang waktu, misalnya mereka yang banyak bekerja di belakang meja. Otot akan terasa lelah sehingga memicu rasa sakit. Orang yang suka menengok ke kiri dan ke kanan, misalnya pengemudi taksi, juga rentan terkena keluhan yang sama.

"Jika rasa nyerinya karena kelelahan otot, maka pemijatan dapat membantu mengatasi. Tapi jika karena kelainan postur atau tulang, dia harus mengunjungi dokter untuk diperiksa," terang dr Chua.

Sayangnya, untuk membedakan apakah keluhan disebabkan karena masalah otot atau tulang belakang terkadang tidak mudah. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan klinis untuk menentukan jenis penyakitnya. Jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan ada yang salah dengan tulang belakang, artinya ada yang salah dengan ototnya.

Namun secara personal, dr Chua akan menganjurkan kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan lengkap. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kanker atau penyakit lain. Sebab terkadang gejala penyakit-penyakit serius pada tulang belakang bisa menyaru keluhan penyakit yang ringan.

(pah/vta)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT