Rabu, 03 Jul 2013 16:30 WIB

Studi: Semakin Tua, Pasangan Makin Jarang Bertengkar

- detikHealth
(Foto: Thinkstock) (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pasangan yang telah lama bersama dalam biduk pernikahan mungkin sudah merasa bosan karena mereka sudah memahami karakteristik pasangannya melebihi siapapun. Tapi sebuah studi baru mengatakan bahwa salah satu keuntungan dari pasangan yang telah lama menikah adalah mereka akan semakin jarang bertengkar.

Tim peneliti dari San Francisco State University melaporkan bahwa seiring dengan bertambahnya usia pasangan menikah maka mereka akan semakin pandai mengatasi ketidaksepahaman yang terjadi diantara keduanya hanya dengan mengubah topik pembicaraan. Demikian dikutip dari WebMD, Rabu (3/7/2013).

Untuk keperluan studi ini, peneliti mengamati 127 pasangan menikah yang berusia paruh baya atau lansia selama 13 tahun. Peneliti pun merekam perbincangan setiap pasangan tentang topik-topik seperti pekerjaan rumah tangga hingga kondisi keuangan. Durasinya berkisar 15 menit.

Dari situ peneliti ingin mengetahui apakah penggunaan pola komunikasi yang disebut dengan demand-withdraw pattern alias pola tarik-ulur berubah seiring dengan pertambahan usia mereka. Dalam pola komunikasi ini, satu pasangan cenderung menyalahkan atau menekan pasangan lainnya agar berubah, sedangkan si pasangan yang dipaksa berubah mencoba menghindari topik pembicaraan tersebut dan memilih pergi atau menghentikan diskusi.

Meski kerap kali digunakan oleh banyak pasangan, tapi sebenarnya pola komunikasi semacam inilah yang dipercaya menyebabkan keretakan hubungan karena terbukti mencegah terjadinya resolusi konflik diantara pasangan. Pola komunikasi ini terbukti banyak ditemui pada pasangan muda yang kesulitan menghadapi isu-isu yang terbilang baru dalam kehidupan mereka.

Menurut peneliti, sebagian besar aspek terkait pola komunikasi tarik-ulur ini akan tetap stabil dari waktu ke waktu (pada pasangan muda), namun ketika usia pasangan semakin bertambah, mereka jadi lebih mudah mengubah topik pembicaraan atau mengalihkan perhatian dari pertengkaran dengan pasangannya.

Peneliti beralasan pasangan yang lebih tua telah menghabiskan waktu beberapa tahun untuk menyuarakan ketidaksepakatan mereka pada pasangan satu sama lain, jadi penghindaran bisa jadi salah satu cara yang mereka gunakan untuk mengubah perbincangan yang 'beracun' tersebut menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

Awalnya peneliti mengira usia pasanganlah yang mempengaruhi perubahan pola komunikasi ini, tapi ternyata perubahan itu juga dipengaruhi oleh lamanya usia pernikahan mereka.

"Ini bukan salah satu saja yang penting, tapi tampaknya baik usia maupun durasi pernikahan memainkan peranan penting dalam peningkatan penggunaan metode penghindaran ketika pasangan mulai bertengkar," ungkap peneliti Sarah Holley, seorang asisten profesor psikologi dan direktur Relationships, Emotion and Health Lab, San Francisco State University.

Bahkan Holley megaku menemukan bahwa pola komunikasi tarik-ulur ini terjadi pada segala jenis hubungan, baik itu heteroseksual maupun homoseksual. Setelah melakukan perbandingan pada tahun 2010, ia menemukan, "Pasangan yang menginginkan lebih banyak perubahan akan lebih cenderung menduduki peran yang menuntut, sedangkan pasangan yang tak begitu menginginkan perubahan memang akan mendapatkan manfaat dari status quo yang dimilikinya tapi mereka juga akan menduduki posisi pasif dan cenderung menarik diri."

Studi ini telah dipublikasikan secara online dalam Journal of Marriage and Family.





(vit/vit)
News Feed