Selasa, 20 Agu 2013 12:31 WIB

Demi Turunkan Berat Badan, Cacing Pita pun Ditelan Hidup-hidup

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Iowa, AS - Saking putus asanya ingin menurunkan berat badan, seorang wanita di Iowa, AS nekat menelan cacing pita. Tujuannya agar si cacing memakan lemak dan nutrisi yang ada di perutnya. Namun agaknya wanita tersebut masih ragu lalu berkonsultasi dengan dokter.

Kepada dokter, wanita yang tak disebutkan namanya tersebut mengaku membeli cacing pita hidup lewat sebuah situs di internet. Terang saja dokter yang diberitahu pasien bergidik. Bingung dengan apa yang hendak dilakukan, dokter tersebut lantas bertanya kepada departemen kesehatan.

Direktur medis departemen kesehatan Iowa, Dr Patricia Quinlisk, menyarankan kepada dokter tersebut untuk meresepkan obat cacing. Kasus ini membuat dr Quinlisk meminta petugas kesehatan di seluruh Iowa agar mewaspadai praktik sejenis di area kerjanya.

Dalam email yang disebarkannya pada hari Kamis (15/8/2013) lalu, dr Quinlisk menerangkan bahwa sebuah situs telah menjual cacing pita sebagai alat penurun berat badan. Dia lantas mewanti-wanti kepada petugas kesehatan agar memperingatkan pasien dan masyarakat tidak mencoba metode berbahaya tersebut.

"Menelan cacing pita sangat berisiko dan dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak diinginkan, termasuk kematian. Mereka yang ingin menurunkan berat badan disarankan tetap menggunakan metode yang terbukti secara klinis, yaitu mengonsumsi lebih sedikit kalori dan meningkatkan aktivitas fisik," tulis Quinlisk seperti dilansir USA Today, Selasa (20/8/2013).

Cacing pita adalah parasit yang dapat hidup di usus hewan ataupun manusia dan masuk ke tubuh lewat daging yang dimasak kurang matang. Gejala infeksinya yang ringan dapat berupa nyeri perut, kehilangan nafsu makan, dan diare. Namun infeksi cacing pita dari daging babi, Taenia solium, dapat menyebabkan kejang.

Menurut penelitian, seekor cacing pita tidak dapat menyerap cukup nutrisi sehingga dapat menurunkan berat badan. Tapi parasit ini dapat menyebabkan anemia dan kekurangan gizi. Yang perlu diperhatikan, seekor cacing pita dapat tumbuh sampai 915 cm panjangnya.

"Sekitar seratus tahun yang lalu, pedagang keliling sering menjual telur cacing pita dalam bentuk pil sebagai alat bantu penurunan berat badan," kata Quinlisk.

Karena memiliki sistem reproduksi pria dan wanita sekaligus, seorang wanita yang menelan cacing pita bisa menyebarkan banyak telur cacing yang telah dibuahi tiap kali pergi ke kamar mandi.

(pah/vit)