Kamis, 22 Agu 2013 14:00 WIB

Mencuci Baju dengan Mesin Cuci Justru Picu Bakteri Berkembang Biak

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat ini, banyak orang yang lebih memilih mencuci pakaiannya menggunakan mesin cuci dengan alasan hemat waktu, bersih, cepat, ditambah lagi bisa disambil melakukan pekerjaan lain. Tapi hati-hati, meski dinilai lebih efektif ada potensi berbahaya dibalik mencuci menggunakan mesin cuci.

Dilansir Daily Mail, Kamis (22/8/2013), penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang berpotensi menimbulkan bahaya di mesin cuci tidak akan mati jika pakaian dicuci pada suhu rendah. Bahkan, bakteri itu justru akan menimbulkan siklus perkembangbiakkan.

Penelitian yang dipimpin ahli kesehatan Dr Lisa Ackerley ini menemukan bahwa tingkat bakteri yang ditemukan ahli mikrobiologi di mesin cuci seharusnya bisa 'dibersihkan' saat baju sedang dicuci. Oleh karena itu Ackerley mengimbau masyarakat untuk lebih sadar terhadap 'Sick Laundry Cycle'.

"Konsumen percaya pencucian seperti itu bisa menghasilkan pakaian yang bersih dan higienis padahal tak seperti itu. Kecenderungan mengurangi suhu cucian dan volume air disertai penggunaan deterjen yang lembut bisa mempengaruhi efektivitas proses pencucian untuk mengurangi bakteri pada pakaian yang terkontaminasi," jelas Dr Ackerley.

Bahkan, jumlah mikroba yang berisiko menimbulkan infeksi yang berhubungan dengan pencucian menggunakan mesin, rata-rata ada sekitar 10.000 organisme dari sepasang celana yang kotor. Kontaminasi silang juga bisa terjadi pada prosedur ini.

"Jika Anda memasukkan sesuatu sarat bakteri ke dalam mesin cuci itu hanya menciptakan kumpulan bakteri lain. Saya sangat prihatin bakteri dari pakaian kotor bisa menular ke lap dapur yang kemudian digunakan untuk membersihkan piring," tutur Dr Ackerley.

Barang yang paling mungkin terkontaminasi dengan patogen adalah yang bersentuhan langsung dengan tubuh seperti handuk, pakaian, seprei, popok, dan handuk wajah. Bakteri yang tersisa dan bersembunyi di dalam mesin cuci juga bisa mengakibatkan kontaminasi silang.

Dr Ackerley mengatakan, "Penelitian telah menunjukkan bahwa penumpukan bakteri di bagian dalam mesin cuci, kemudian ditambah lagi dengan yang berasal dari air cucian berikutnya ditemukan sebanyak satu juta bakteri hanya dalam dua sendok makan air cuci."

Menurutnya, mencuci dengan suhu rendah menciptakan kondisi optimal bagi kuman untuk berkembang biak terutama di tempat persembunyian favorit mereka seperti tempat deterjen. Memisahkan pakaian, selimut, dan handuk yang terinfeksi penyakit tidak cukup untuk menghentikan risiko penyebaran infeksi jika Anda mencucui pakaian dengan suhu rendah.

"Bakteri pada pakaian basah lebih cenderung mencemari tangan dan itu bisa tertular dari tangan ke obyek lain di rumah dan akhirnya mulut kita yang terkena risiko itu," Dr Ackerley mengingatkan.

"Dengan meningkatkan pemahaman kita tentang mengapa bakteri tidak selalu mati saat pencucian dengan mesin, bagaimana bakteri itu bisa menular maka langkah-langkah sederhana bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah potensi sumber infeksi dari Sick Cycle Laundry tersebut," pungkasnya.

(vit/vit)