Sabtu, 31 Agu 2013 10:08 WIB

Risiko Cedera Saat Berjalan ke Sekolah Meningkat Akibat Penggunaan Gadget

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Maraknya penggunaan gadget membuat sebagian besar anak-anak kini memilikinya. Jika tidak diawasi dengan baik, mereka cenderung menggunakannya kapan saja dan termasuk saat berjalan ke sekolah. Kebiasaan buruk ini tentu bisa berbahaya bagi nyawa mereka.

"Orang-orang berpikir menggunakan gadget selama berjalan tidak akan membahayakan nyawa mereka. Padahal faktanya jumlah pejalan kaki yang cedera justru meningkat," ungkap Kate Carr, CEO dari Safe Kids Worldwide, seperti dilansir CBS News, Sabtu (31/8/2013).

Tingkat cedera pejalan kaki telah meningkat sebesar 25 persen selama 5 tahun terakhir di kalangan remaja usia 16-19 tahun di AS. Kelompok usia tersebut mewakili sekitar setengah dari semua kasus kematian pejalan kaki untuk anak-anak dan remaja.

Sebuah laporan dari pemerintah National Highway Traffic Safety Administration menemukan sekitar 69.000 pejalan kaki terluka setiap tahun, 11.000 di antaranya lebih muda dari 14 tahun. Sekitar 4.400 kasus dari jumlah tersebut termasuk cedera yang fatal.

Safe Kids Worldwide kemudian mengukur risiko untuk kelompok usia ini pada waktu yang paling berisiko bagi mereka, yaitu dalam perjalanan ke dan dari sekolah. Tim peneliti berkemah di persimpangan dekat 68 sekolah di 17 negara, di mana mereka mengamati lebih dari 34.000 anak-anak menyeberang jalan.

Mereka menemukan sekitar 1 dari 5 siswa sekolah menengah atas 'teralihkan' oleh perangkat elektronik ketika menyeberang. Demikian juga sekitar 1 dari 8 siswa sekolah menengah pertama.

"Pengamatan ini dilakukan di jalan, dengan harapan seharusnya mereka lebih waspada. Namun faktanya justru mereka banyak teralihkan oleh penggunaan gadget," ungkap Carr.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa ada sekitar 39 persen remaja berjalan sambil mengirim pesan teks atau memakai headphone; 20 persen sambil berbicara di ponsel; dan 2 persen sambil bermain video game. Remaja wanita juga ditemukan 1,2 kali lebih mungkin untuk teralihkan oleh gadget saat menyeberang jika dibandingkan dengan remaja pria.

Safe Kids Worldwide kemudian melakukan kampanye untuk mengingatkan para remaja dan anak-anak untuk tidak menggunakan gadget sambil berjalan atau menyeberang. Kampanye ini diluncurkan untuk mengenang Christina Morris-Ward, seorang remaja berusia 15 tahun yang mengenakan headphone dan menelepon saat melintasi jalan dua blok dari sekolahnya tahun lalu.

Tak hanya dari remaja dan anak-anak itu sendiri, dibutuhkan peran serta orang tua untuk membantu mengalihkannya. Carr menegaskan bahwa orang tua yang tidak menggunakan gadget saat sedang berjalan dapat memberikan pesan positif kepada anak-anak mereka.

"Teknologi memang sangat hebat dan dibutuhkan, tetapi teknologi tidak selalu cocok dilakukan bersamaan dengan aktivitas," kata Carr.

(vta/vta)