Selasa, 03 Sep 2013 16:30 WIB

Penyebab Depresi Terunik: Ketiduran di Depan TV Hingga Kebanyakan Bercinta

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Depresi dapat dialami siapapun dan kapanpun. Yang paling sering terjadi, depresi disebabkan oleh stres, masalah keuangan atau bertengkar dengan pasangan. Tapi ternyata ada hal-hal unik yang bisa membuat seseorang menjadi depresi. Apa sajakah itu?

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (3/9/2013), beberapa hal ini mungkin tak pernah Anda sangka bisa menyebabkan depresi seperti halnya stres atau masalah pekerjaan. Namun nyatanya ini memang terbukti. Simak paparannya berikut ini.

1. Menghindari daging merah
Sesekali makan burger tampaknya bukanlah masalah besar, karena kekurangan zat besi yang terkandung dalam daging burger ternyata dapat menyebabkan depresi. Zat besi ini esensial fungsinya untuk membentuk hemoglobin yang ada dalam sel-sel darah merah dan mendistribusikan oksigen ke penjuru tubuh.

Untuk wanita, jumlah zat besi yang diperlukan setiap harinya adalah 14,8 mg sedangkan pria butuh 8,7 mg. Namun zat besi juga dapat diperoleh dari sayuran seperti brokoli dan kale.

2. Ketiduran di depan TV
"Tubuh kita dirancang untuk tidur di dalam kegelapan. Itulah mengapa ketika matahari terbit, reseptor cahaya pada retina di belakang mata mendorong kita untuk bangun dengan menghambat pelepasan melatonin, atau hormon yang membuat kita merasa kantuk," terang Dr Guy Meadows, direktur klinik The Sleep School, West London.

"Kondisi sebaliknya terjadi di malam hari, jadi idealnya adalah meredupkan cahaya ruangan menjelang tidur karena ini vital bagi pengaturan mood kita," tambahnya.

Untuk itu cahaya apapun yang ada di dalam kamar dapat mengganggu hormon-hormon tidur dan membuat kita kurang tidur. Pada akhirnya kurang tidur inilah yang memicu bad mood.

Lagipula kelelahan dapat meredam kinerja pre-frontal cortex dalam otak, yang bertanggung jawab untuk membuat kita bisa berpikir rasional, dan mendorong kita menggunakan bagian otak yang berfungsi mengatur emosi (amygdala). Akibatnya kita jadi rentan marah, agresif dan sedih jika kurang tidur.

3. Terlalu banyak bercinta
Seks seharusnya terasa nikmat dan membahagiakan, tapi konon terlalu banyak bercinta juga dapat menyebabkan depresi. Temuan dari survei yang melibatkan 200 responden wanita dari Australia itu menemukan sepertiga dari mereka mengaku sedih setelah bercinta.

Seorang psikiater dari Weill Cornell Medical College, New York, Richard Friedman pun mengatasi masalah serupa yang terjadi pada pasiennya dengan memberi mereka antidepresan tertentu yang dapat meningkatkan kadar serotonin, hormon pemicu kebahagiaan dalam otak.

Friedman pun menduga depresi setelah bercinta bisa jadi disebabkan kinerja amygdala yang tak begitu aktif selama terjadinya orgasme tapi melambung begitu kuat setelah bercinta atau bahkan drop usai seseorang merasakan kenikmatan intens pasca orgasme.

4. Sering membungkuk
Jangan heran jika setelah berjam-jam duduk di depan komputer Anda tiba-tiba merasa sedih karena tubuh cenderung membungkuk ketika merasakan kesedihan atau depresi.

"Tapi jika kita dapat menyelaraskan bentuk tubuh agar bisa kembali ke posisi yang benar secara perlahan-lahan maka itu akan memberi efek positif terhadap mood," kata psikolog Dr Michael Sinclair dari City Psychology Group.

Sebuah studi yang dilakukan San Francisco State University terhadap 110 mahasiswa juga menemukan mereka yang berjalan dengan postur lebih membungkuk dilaporkan memiliki tingkat energi yang lebih rendah serta lebih sering merasa depresi ketimbang yang jalannya lebih tegak.

5. Terkena gangguan sendi
Menurut sebuah survei yang dilakukan CDC di Atlanta, satu dari tiga orang dewasa yang mengidap arthritis juga mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Begitu juga sebaliknya.

"Ada sebuah teori kontroversial bahwa berbagai gangguan mental, termasuk depresi dapat dikaitkan dengan gangguan peradangan seperti rheumatoid arthritis," tutur seorang jubir dari Arthritis Research UK.

6. Konsumsi terlalu banyak obat
Kendati obat diminum agar tubuh kita terasa lebih baik, ada juga sejumlah obat yang dapat memicu depresi sebagai salah satu efek sampingnya. Misalnya obat pereda nyeri yang berbahan opiat seperti codein atau co-codamol dan obat kardiovaskular.

"Obat-obatan ini dapat meniru senyawa pereda nyeri alami dalam otak yang disebut enkephalin yang bisa menenangkan mood. Namun di sisi lain konsumsi obat ini terlalu lama juga membuat tubuh menjadi kurang efisien dalam merespons suplai senyawa tersebut sehingga mengakibatkan rendahnya mood," terang Dr Donald Singer, salah satu anggota British Pharmacological Society.

7. Jarang makan pisang
Bad mood ternyata juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan serat dalam pola makan Anda. Pasalnya serat dapat menyebabkan peningkatan gula darah secara lambat sehingga membantu menstabilkan mood.

Khusus untuk pisang, buah ini tak hanya mengandung serat yang tinggi tapi juga dapat meredakan craving atau keinginan untuk makan berlebihan. Selain itu, kurangi konsumsi kafein.

8. Gemar minum kopi
Meski sebagian orang merasa perlu mengonsumsi teh atau kopi di pagi hari agar bisa bersemangat menghadapi hari, ternyata kafein juga diketahui dapat memberikan dampak negatif terhadap mood seseorang.

Pakar diet Alana MacDonald mengatakan, "Tak masalah Anda minum kopi atau teh kapanpun Anda suka, tapi biasanya Anda akan merasa tegang dan cemas jika belum mengonsumsi kafein."

Lagipula teh dan kopi juga mengandung senyawa fenolik yang membuat tubuh kesulitan untuk menyerap zat besi sehingga kita kerap merasa lesu.

9. Pelit
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Science pada tahun 2008, sejumlah partisipan diminta melaporkan tingkat kebahagiaan mereka di pagi hari lalu diberi sebuah amplop, entah itu berisi 20 dollar AS atau 5 dollar AS.

Sebagian diminta menghabiskan uang itu sendirian, sedangkan separuh lainnya disuruh membelikan sesuatu untuk orang lain atau menyumbangkannya.

Ternyata setelah dianalisis, orang-orang yang menghabiskan uang untuk kebaikan terlihat lebih ceria ketimbang yang diminta menghabiskan uangnya sendiri. Dengan kata lain orang yang pelit jelas lebih mudah terkena depresi daripada yang dermawan.



(vit/vit)