Rabu, 25 Sep 2013 09:01 WIB

Sering Nyeri Otot dan Mengantuk? Bisa Jadi Anda Sedang Stres

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Saat seseorang sedang stres, biasanya mereka akan merasa cemas, gelisah, dan cenderung ingin mengasup makanan yang tinggi gula. Tapi jangan salah, hal-hal yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari Anda juga ada yang bisa menjadi gejala stres, lho.

Dikutip dari WomansDay, Rabu (25/9/2013), berikut ini beberapa hal yang lumrah terjadi sehari-hari dan tanpa disadari itu merupakan gejala bahwa Anda tengah stres:

1. Nyeri Otot

Rasa sakit atau nyeri di leher yang terkait dengan duduk berjam-jam di depan komputer benar-benar bisa menjadi gejala stres. Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, psikolog dan fisioterapis di Wexford, Pennsylvania, dan penulis A Happy You: Your Ultimate Prescription for Happiness, mengatakan bahwa stres pasti mempengaruhi sistem muskuloskeletal sehingga otot tegang, berkontraksi, dan bahkan kejang.

Jika Anda mengalami apa yang diyakini sebagai gejala otot yang terkait dengan stres, cobalah ambil napas lima sampai sepuluh kali dan fokus pada relaksasi di daerah tubuh yang tegang. Pada leher, coba pijat lebut di pangkal leher atau minta orang lain untuk menggosok bahu Anda dengan cepat.

2. Menggigit Kuku

Kondisi kuku yang berantakan atau kutikula yang sering digigiti bisa menjadi hasil dari kebiasaan saraf akibat stres. Menurut Debbie Mandel, MA, pakar kesehatan dan pengelolaan stres serta penulis Addicted to Stress: A Woman’s 7-Step Program to Reclaim Joy and Spontaneity in Life, kebiasaan grogi seperti menggigit kuku adalah bagaimana menyalurkan stres dengan mengalihkan diri yang disebut kepuasan oral.

Menggigit kultikula dan kuku juga merupakan cara umum bagi wanita mengatasi perasaan stres dan cemas. "Coba ambil bola yang empuk dan remas bola itu untuk menyalurkan stres," kata Mandel.

3. Mengantuk

Saat Anda merasa lesu dan mengantuk, ini bisa jadi tanda Anda sedang stres. Hormon stres menyebabkan melonjaknya hormon adrenalin dan kemudian menyebabkan kantuk. Stres juga bisa merusak kualitas tidur Anda sehingga saat bangun tubuh terasa lelah dan mudah marah.

"Solusinya, pergi tidur lebih awal atau sempatkan tidur siang selama 30 menit dan jangan merasa bersalah melakukan hal itu karena ada produktivitas dalam istirahat dan Anda bisa kembali fokus," jelas Mandel.

4. Pelupa

"Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis bisa mengecilkan ukuran hippocampus yang bertanggung jawab terhadap beberapa memori. Jaga fungsi otak dari stres dengan berolahraga misalnya berjalan kaki, naik tangga, atau menari," tutur Dr Lombardo. Dengan begini, otak Anda akan lebih tajam dan membantu Anda untuk lebih siap menghadapi stres di masa depan.

5. Bingung

Menurut Mandel, stres bisa menyebabkan gangguan dan berkurangnya fokus pikiran. Untuk mengembalikan fokus Anda, keluarkan stres dari tubuh Anda dengan berolahraga secara kelompok. Berjalan keluar ruangan dan terkena sinar matahari akan membantu pelepasan serotonin tubuh untuk meningkatkan mood. Vitamin D bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

6. Gigi Berlubang

Menurut para ahli, stres bisa mengakibatkan Anda mengasup lebih banyak makanan di siang atau malam hari. Hal inilah yang bisa memicu gigi berlubang. Kebiasaan seperti itu bisa mengikis dan merusak gigi serta membuatnya lebih rentan berlubang. Daripada mengunyah lebih banyak makanan, lebih baik tuliskan masalah Anda di buku harian atau berbagilah dengan orang lain.

7. Ruam

Kulit bisa jadi barometer yang cukup baik dari tingkat stres Anda. Dr Lombardo mengatakan stres bisa menyebabkan ruam yang biasanya muncul berupa bintik merah atau gatal. Beberapa ahli percaya bahwa stres bisa merugikan bagi sistem kekebalan tubuh dengan melepaskan hipamin yang menyebabkan gatal.

"Lain kali jika merasa stres Anda meningkat coba ambil napas dalam, taruh tangan tepat di atas pusar dan agak ditekan. Ambil lima sampai sepuluh kali tarikan napas," kata dr Lombardo.

8. Mual

"Stres bisa mengganggu perut dan mual bisa jadi efek samping dari kekhawatiran. Khawatir terhadap orang lain normal tapi jika berlebihan itu akan tidak sehat," papar Mandel. Jika mual akibat stres, coba atasi dengan merendam jari-jari Anda dengan air hangat. Ini bisa mengurangi rasa mual Anda.

9. Mata Kedutan

Pada beberapa kasus, mata yang kedutan bisa dipicu oleh stres. Menurut Mandel, kondisi ini disebut dengan blepharospasm. Untuk mengatasinya bisa dengan mencoba menutup mata dan memvisualisasikan tempat paling membahagiakan.

"Atau istirahatkan mata Anda dari kacamata dan regangkan tiap 20 menit dengan melihat keluar jendela. Jika tidak punya pandangan maka tutup mata Anda dan bayangkan paronama," kata Mandel.


(vit/mer)