"Dextro akan menimbulkan kerusakan permanen pada susunan saraf pusat manusia. Kerusakan tersebut berakibat pada pelemahan koordinasi mental dan motorik yang disertai dengan kecanduan," jelas Dra. Retno Tyas Utami, M. Epid, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Ruang Rapat Pimpinan BPOM RI, Jl Percetakan Negara No 32, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2013).
Pada orang yang sedang sakit batuk, dextro menekan saraf yang menstimulasi batuk. Karena itulah dalam waktu kurang dari satu jam, batuk yang diderita seseorang dapat reda. Tentu semua itu terjadi jika dextro dikonsumsi pada saat yang tepat dan dalam dosis yang tepat pula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosis yang tepat untuk sediaan tablet adalah 1 tablet 3 kali sehari untuk dewasa, dan 1/2 tablet 3 kali sehari untuk anak-anak. Adapun untuk sediaan sirup adalah 5 ml 3 kali sehari untuk dewasa dan 2,5 ml 3 kali sehari untuk anak-anak.
Sayangnya, ternyata ada pula produk dextro dalam sediaan tunggal, atau tanpa kombinasi zat lain. Dextro tunggal ini dapat menekan saraf pusat tanpa diredam oleh zat kimia lain. Peredaran dextro tunggal inilah yang kini menjadi permasalahan di masyarakat.
Harganya yang cukup murah dan mudah didapatkan di apotek mana saja, membuat dextro sering disalahgunakan orang sebagai obat pereda stres. Konsumsi dextro yang berlebihan, hingga kini telah menyebabkan ribuan orang mengalami gangguan mental bahkan ada yang kehilangan nyawa.
(/up)











































