Selasa, 29 Okt 2013 16:13 WIB

Perubahan Gaya Hidup Berdampak pada Gangguan Penglihatan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Lebih dari 50 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Sisanya disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya perubahan gaya hidup yang memicu diabetes. Kebutaan menjadi salah satu komplikasi dari penyakit tersebut.

Bila tidak terkontrol dengan baik, diabetes mellitus atau dikenal juga dengan istilah kencing manis bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah. Kerusakan mata yang bisa menjadi kebutaan permanen harus diwaspadai bila kerusakan pembuluh darah itu terjadi di mata.

"Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia untuk kasus diabetes," kata Prof Dr Nila Moeloek, SpM(K), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) di sela-sela workshop kesehatan indra penglihatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2013).

Dalam kaitannya dengan perubahan gaya hidup, diabetes berhubungan dengan pola makan yang terlalu banyak karbohidrat dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Penyakit ini lebih banyak ditemukan di negara berkembang yang memiliki banyak fenomena 'orang kaya baru'.

Prof Nila juga menyinggung pengaruh teknologi terhadap kesehatan mata. Makin banyaknya ketergantungan manusia moderen terhadap perangkat digital seperti ponsel dan komputer memicu gangguan refraksi pada lensa mata seperti mata minus maupun mata silindris.

"Gangguan refraksi ini ditemukan di semua umur, dan sekarang ini khususnya di usia sekolah," kata Prof Nila.

Kebiasaan-kebiasaan lama yang sebetulnya bisa melindungi mata dari kerusakan, juga mulai banyak yang ditinggalkan. Sebagai contoh, petani di desa-desa mulai jarang yang menggunakan caping (topi petani yang berbentuk kerucut) padahal benda tersebut sangat melindungi mata dari kerusakan.

"Caping itu bagus untuk menghalangi atau mengurangi silau, maupun paparan sinar ultraviolet," kata Dr HR Dedi Kusenda, MKes, Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan yang juga hadir di acara tersebut.



(up/vit)