ADVERTISEMENT

Rabu, 30 Okt 2013 10:54 WIB

Pada Pria, Kebanyakan Duduk Berisiko Kanker Usus Besar

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Arizona - Bukan kali ini saja riset mengatakan bahaya hidup sedenter atau bermalas-malasan terhadap kesehatan seseorang. Sejumlah penyakit yang dikaitkan dengan kebiasaan ini adalah diabetes dan serangan jantung. Yang terbaru, kebanyakan duduk munculkan risiko kanker usus besar, terutama pada pria.

Rincinya, tim peneliti dari Mailman School of Public Health, Columbia University menyebutkan bahwa terlalu lama duduk meningkatkan risiko seorang pria untuk mempunyai adenoma atau tumor jinak di usus besar, yang menjadi gejala awal kanker usus besar. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (30/10/2013).

"Dengan ditemukannya peningkatan risiko kekambuhan adenoma yang ada di usus besar, terutama pada pria dengan waktu sedenter tertinggi, kami percaya upaya pengurangan waktu duduk yang ditambahkan dalam daftar rekomendasi kesehatan publik dapat meningkatkan kondisi kesehatan sekaligus mencegah penyakit pada masyarakat," ungkap peneliti Christine L. Sardo Molmenti, Ph.D., M.P.H., dari Department of Epidemiology, Columbia University.

Riset yang dipresentasikan dalam pertemuan American Association for Cancer Research ini didasarkan pada pengamatan terhadap 1.730 orang yang ambil bagian dalam dua percobaan yang digelar University of Arizona.

Seluruh partisipan mengaku pernah menjalani colonoscopy atau prosedur pengangkatan adenoma pada usus besarnya, setidaknya satu kali dalam kurun enam bulan menjelang dimulainya studi. Meski peneliti tidak menemukan kaitan antara aktivitas sedenter dengan kekambuhan adenoma pada usus besar ketika melihat data yang ada pada partisipan pria dan wanita secara bersamaan, peneliti justru menemukan kaitan yang diinginkan saat mengamati data partisipan pria saja.

Pria yang menghabiskan waktu sebanyak 11,38 jam atau lebih hanya untuk melakukan aktivitas sedenter (seperti membaca buku atau menonton televisi) mempunyai risiko hingga 45 persen lebih tinggi untuk memiliki adenoma lagi dibandingkan pria yang hanya menghabiskan 6,9 jam melakukan aktivitas sedenter.

Tak hanya itu, aktivitas sedenter yang tinggi dibarengi dengan rendahnya intensitas latihan fisik dikaitkan peneliti dengan risiko kemunculan adenoma kembali hingga mencapai 41 persen. Bahkan kondisi pria yang partisipasi dalam aktivitas sedenter maupun aktivitas fisiknya sama-sama rendah masih jauh lebih baik daripada pria yang lebih 'aktif' bermalas-malasan sepanjang hari.

Studi lain yang dirilis tahun 2011 juga memaparkan tiap tahun tercatat ada lebih dari 170.000 kasus kanker yang terjadi hanya karena kebiasaan duduk penderitanya.

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT