Rabu, 18 Des 2013 18:27 WIB

Ini Pentingnya Lakukan Medical Check Up di Usia 25 Tahun ke Atas

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Medical check up atau pemeriksaan medis kerap dianggap tak penting oleh masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang berpendapat hal ini tak penting karena masih merasa sehat dan muda. Padahal masih muda atau tubuh yang terasa sehat belum tentu bebas penyakit, lho.

"Check up itu penting. Semakin usia kita bertambah, waktu interval check up-nya itu semakin pendek. Jadi sebaiknya di atas usia 30 tahun itu paling tidak 2 tahun sekali. Di atas 40 tahun mau tidak mau harus setahun sekali Anda harus cek," tutur dr Samuel Oentoro, MS, SpGK, ahli nutrisi dari Universitas Indonesia, dalam konferensi pers yang diadakan di XXI Premiere Lounge Plaza Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Menurutnya, check up sangat penting dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tersebut karena kemungkinan bisa terjadi kelainan-kelainan dari tubuh diperkirakan sekitar antara 6 bulan sampai 1 tahun. Lalu apakah itu berarti mereka yang belum berusia 30 tahun tak harus melakukan check up rutin?

"Di bawah usia 30 tahun tetap jangan main-main. Penderita coroner disease, serangan jantung atau penyumbatan pembuluh darah jantung itu sudah ditemukan di usia 28 tahun. Kenapa? Karena dia tidak tahu kolesterol totalnya. Dari remaja selalu di atas 300, LDL-nya di atas 150. Bayangkan, kalau sejak remaja sudah seperti itu," ujar dr Samuel.

Oleh sebab itu, dr Samuel sangat menyarankan siapapun untuk melakukan medical check up. "Jadi walaupun usia masih di bawah 30 tahun, paling tidak 2-3 tahun sekali periksa. Supaya apa? Supaya tahu bagaimana kondisi tubuh kita," terangnya.

Sayangnya memang diperlukan biaya yang tak sedikit untuk melakukan medical check up di Indonesia. Pertimbangan ekonomi seperti inilah yang juga menjadi alasan mengapa masih sedikit orang yang mau melakukannya. Sebagian menganggap biaya check up bisa dialihkan untuk keperluan lain.

"Kebiasaan medical check up di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain karena dianggap mahal. Jadi kalau Anda punya uang, sebaiknya di usia di atas 30 tahun kali pertama lakukan cek lengkap. Lengkap itu bukan hanya cek darah, tetapi juga rekam jantung," ucap dr Samuel.

Jika memang dari segi ekonomi Anda mampu, maka Dr Samuel juga menyarakan Anda untuk melakukan rekam jantung yang lebih lengkap, yang disebut exercise test. Exercise test ini biasanya dilakukan dengan berjalan di treadmill atau sepeda statis, kemudian aktivitas jantungnya direkam.

Yang penting lagi, banyak penyakit jantung koroner muncul tanpa gejala. Diharapkan dengan melakukan check up atau exercise test, Anda bisa mengetahui seperti apa kondisi kesehatan saat ini dan jika memang ditemukan ada kondisi tertentu, maka dokter bisa dengan segera melakukan pengobatan.

(ajg/vta)